Trump Klaim AS Pelindung Selat Hormuz, Tuntut Negara Lain Ikut Bayar
Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat kemungkinan akan mengambil alih operasi di Selat Hormuz, dan mengharapkan negara-negara lain untuk membayar AS yang telah melindungi jalur pelayaran strategis tersebut.
Trump sebelumnya juga mengancam akan mempertahankan pengaruh AS atas selat itu, yang biasanya dilalui oleh 20 persen ekspor minyak dan gas dunia, dan berpotensi mengenakan biaya tol jika negosiasi gencatan senjata gagal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan menjaganya. Kita akan dibayar untuk menjaganya, banyak uang. Kita ingin mendapatkan penggantian biaya karena telah membahayakan rakyat kita," kata Trump kepada Fox News.
Dia menuduh Iran telah melanggar Nota Kesepahaman yang dicapai antara kedua negara dan ditandatangani secara elektronik pada 18 Juni lalu.
"Kita punya kesepakatan. Mereka selalu melanggarnya. Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras. Kita mungkin akan menguasai Selat itu!" kata Trump, dilansir Anadolu Agency.
"Kita akan menjadi malaikat pelindung. Kita seharusnya mendapatkan penggantian biaya untuk itu," imbuhnya.
Lihat Juga :![]() KILAS INTERNASIONAL Negara-negara Arab Diamuk Iran hingga Mojtaba di Pemakaman Khamenei |
Terpisah dalam unggahan di media sosial buatannya Truth Social, Trump juga menyebut AS telah kembali memberlakukan blokade terhadap Iran, yaitu dengan menghentikan kapal atau pelanggan Iran untuk masuk atau keluar.
Pusat Informasi Maritim Gabungan yang dipimpin Angkatan Laut AS kemudian menambahkan bahwa blokade itu akan dimulai pada Selasa (14/7) pukul 20 GMT.
Iran telah berulang kali menolak ocehan Trump soal AS yang ingin mengambil alih kendali selat tersebut.
Sebelumnya seorang juru bicara di Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya telah mewanti-wanti AS dan sekutunya untuk tidak melanjutkan rencana tersebut.
"Seperti yang telah diperingatkan sebelumnya, kami tidak akan, dalam keadaan apa pun, mengizinkan AS untuk ikut campur dalam pengelolaan Selat Hormuz," kata juru bicara tersebut.
"Angkatan Bersenjata Iran akan merespons dengan tegas setiap gangguan terhadap jalur pelayaran komersial dan tanker minyak oleh militer AS, yang menyerang di luar jalur pelayaran yang telah ditentukan Iran, dan tanpa otorisasi dari angkatan bersenjata Iran," imbuhnya.
(dna) Add
as a preferred source on Google


