AS-Iran Baku Serang Lagi, Ledakan Besar di Bandar Abbas-Pulau Qeshm

CNN Indonesia
Senin, 13 Jul 2026 18:00 WIB
AS kembali bombardir pelabuhan penting Iran, Bandar Abbas.
AS kembali bombardir pelabuhan penting Iran, Bandar Abbas. (SOCIAL MEDIA via REUTERS/SOCIAL MEDIA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat dan Iran kembali saling serang di tengah lanjutan proses negosiasi yang semakin suram pekan ini.

Ledakan besar terdengar di Pelabuhan Bandar Abbas dan Pulau Qeshm dekat Selat Hormuz, pada Senin (13/7) siang waktu setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ledakan lebih banyak terdengar di Pulau Qeshm yang merupakan salah satu basis pertahanan dan pusat kontrol Iran di dekat Selat Hormuz.

Tidak ada korban sipil atau kerusakan pada infrastruktur perumahan dan komersial yang dilaporkan, dikutip dari Al Jazeera.

Serangan itu diduga kuat kembali dilancarkan AS ke dekat Selat Hormuz untuk melemahkan kekuatan serangan rudal-rudal dan drone Teheran.

"Selama beberapa malam terakhir, pasukan teroris Amerika telah melakukan serangan di garis pantai selatan Iran, yang mengakibatkan gugurnya sejumlah nelayan dan pembela tanah air," demikian laporan kantor berita Iran, Mehr.

Analis perang dan konflik kawasan dari Universitas Georgetown Watar Paul Musgrave menilai serangan sistematis AS dan Iran sejauh ini masih "relatif terbatas."

"Selalu ada ruang untuk bernegosiasi, selalu ada ruang untuk berbicara, tetapi terkadang negara-negara bernegosiasi melalui saling tukar serangan," kata Paul Musgrave, dikutip dari Al Jazeera.

"Apa yang kita lihat sekarang adalah kedua pihak semakin memahami tujuan utama mereka. Bagi Washington, sekarang jelas bahwa itu melibatkan Selat Hormuz, itu melibatkan program nuklir Iran," ia menambahkan.

Bagi Iran, ia mencatat, perang AS-Israel telah memberi mereka tujuan yang lebih ambisius di kawasan itu.

"Iran menyerang pangkalan militer AS tetapi juga, misalnya, program minyak lepas pantai Kuwait. Itu masih relatif terbatas. Kita tidak berbicara tentang serangan skala besar, tetapi itu adalah sesuatu yang berpotensi meningkat lebih jauh," tutur Musgrave.

(bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]