3 Warga Qatar Termasuk Anak-anak Tertimpa Puing Operasi Pencegat Rudal

CNN Indonesia
Minggu, 12 Jul 2026 14:15 WIB
This picture taken from a position in the Upper Galilee region in northern Israel shows an Israeli Iron Dome missile streaking accross the sky to intercept incoming projectiles on May 31, 2026. Israel's military said on May 31 its forces were advanci
Qatar mengonfirmasi sejumlah warganya menjadi korban luka akibat tertimpa puing-puing yang berjatuhan dari langit imbas operasi militer pencegat rudal. (AFP/JALAA MAREY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Qatar mengonfirmasi sejumlah warganya menjadi korban luka akibat tertimpa puing-puing yang berjatuhan dari langit imbas operasi militer pencegat rudal di tengah serangan Iran dan Amerika Serikat, Minggu (12/7).

Dalam pengumuman di media sosial, Minggu (12/7), Kementerian Dalam Negeri Qatar mengatakan tiga warganya termasuk anak-anak menjadi korban luka imbas operasi pencegahan serangan di udara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan laporan yang diterima dan penilaian lapangan, Kementerian mengonfirmasi bahwa tiga orang, termasuk satu anak, mengalami cedera akibat tertimpa puing-puing dari operasi pencegahan," kata lembaga tersebut. "Para korban luka sedang menerima perawatan medis yang diperlukan."

Kementerian mengatakan bahwa setelah serangan Iran, otoritas keamanan dan tim Pertahanan Sipil telah memulai prosedur respons sesuai dengan rencana darurat yang telah disetujui.

Qatar menjadi salah satu negara yang ikut diserang oleh Iran. Pangkalan udara di Al Udeid, Qatar, sebelumnya ikut diserang oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) karena dianggap sebagai bagian dari fasilitas militer AS.

IRGC mengklaim telah menghancurkan pusat perawatan dan perbaikan pesawat tempur, serta pusat komando dan kendali di pangkalan tersebut.

Al Jazeera menyebut, Qatar meminta meminta warga sipil dan masyarakat umum untuk masuk ke dalam ruangan dan menghindari tempat terbuka.

Bukan hanya Qatar, Iran juga menyerang sejumlah fasilitas militer di negara-negara Teluk yang lain yang dianggap bersekutu dengan Amerika Serikat.

Media Iran, IRIB, menyebut, IRGC melakukan "serangan berat dan mendadak terhadap fasilitas dukungan logistik untuk kapal angkatan laut dan platform pengisian bahan bakar yang digunakan oleh kapal induk AS di Pelabuhan Duqm di Oman."

Di Kuwait, tentara Iran mengatakan telah meluncurkan drone pengintai terhadap aset militer AS, termasuk sistem pertahanan udara Patriot. Di Bahrain, markas Armada ke-5 AS, tentara Iran mengklaim telah menargetkan sistem komunikasi dan instalasi radar milik pasukan AS.

Di Bahrain, sirene berbunyi dan para pejabat memperingatkan warga untuk segera menuju lokasi aman terdekat. Kemudian di Yordania, IRGC mengklaim telah menghancurkan infrastruktur militer termasuk hanggar penyimpanan drone di Pangkalan Udara Pangeran Hassan.

Perang terbaru ini terjadi setelah IRGC Iran menembak kapal kontainer berbendera Siprus di Selat Hormuz pada Sabtu (11/7) dengan alasan pelanggaran rute yang sudah disepakati. Kejadian itu memicu Amerika Serikat untuk menyerang Iran pada Minggu (12/7) dini hari waktu Teheran.

(end) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]