Tangkal Serangan di Udara, Militer Kuwait Imbau Soal Suara Ledakan
Militer Kuwait mengatakan mereka berhasil mencegat "target udara musuh" yang melewati wilayah udara negara tersebut, di tengah situasi panas di kawasan Teluk, Minggu (12/7).
Menurut laporan AFP dan CNN, militer Kuwait mengatakan pasukan pertahanan udaranya sedang berupaya mencegat serangan yang sedang berlangsung, sementara negara-negara di seluruh Teluk jadi sasaran drone dan rudal.
Lihat Juga :![]() BREAKING NEWS IRGC Iran Tembak Kapal Kedua yang Lewat Selat Hormuz |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Staf Umum Angkatan Darat mencatat bahwa suara ledakan apa pun yang terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan musuh," kata militer dalam pernyataannya.
Mereka juga mendesak masyarakat untuk mengikuti instruksi yang dikeluarkan oleh lembaga pemerintah terkait. Meski begitu, mereka tidak menyebutkan dari mana serangan itu berasal.
Iran sebelumnya mengklaim ikut menyerang fasilitas militer di Kuwait yang dianggap membantu militer Amerika Serikat dalam menyerang wilayahnya.
Menurut stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, seperti diberitakan Al Jazeera, tentara Iran mengatakan telah melancarkan gelombang serangan drone terhadap lokasi militer AS di Kuwait dan Bahrain.
Dalam sebuah pernyataan, tentara Iran mengatakan telah menggunakan drone peledak untuk menargetkan sistem pertahanan udara Patriot, gudang amunisi, dan situs radar milik militer AS di Kuwait.
Bukan hanya Kuwait, Iran juga menyerang negara-negara Teluk lainnya seperti Qatar dan Bahrain, atau pun Yordania.
Tentara Iran mengatakan serangan tersebut sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan AS yang berkelanjutan di wilayah selatan Iran.
Iran mengkritik negara-negara Arab, khususnya di wilayah Teluk, dengan mengatakan bahwa mereka memberikan bantuan kepada Amerika.
Iran juga memastikan tidak menyerang warga sipil atau wilayah sipil di negara-negara Teluk, tetapi mereka menyerang sumber serangan yang datang ke wilayah Iran.
Perang terbaru ini terjadi setelah IRGC Iran menembak kapal kontainer berbendera Siprus di Selat Hormuz pada Sabtu (11/7) dengan alasan pelanggaran rute yang sudah disepakati. Kejadian itu memicu Amerika Serikat untuk menyerang Iran pada Minggu (12/7) dini hari waktu Teheran.
(end) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

