Setelah Yordania, Iran Klaim Serangan di Kuwait, Bahrain, dan Qatar

CNN Indonesia
Minggu, 12 Jul 2026 11:21 WIB
This picture taken from a position in the Upper Galilee region in northern Israel shows an Israeli Iron Dome (Photo by Jalaa MAREY / AFP)
Iran bukan hanya menyerang Yordania, tetapi juga sejumlah negara di kawasan Teluk, seperti Qatar, Bahrain, dan Kuwait, pada Minggu (12/7). (AFP/JALAA MAREY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran bukan hanya menyerang Yordania, tetapi juga sejumlah negara di kawasan Teluk, seperti Qatar, Bahrain, dan Kuwait, pada Minggu (12/7), seiring dengan ketegangan antara negara tersebut dengan Amerika Serikat yang kembali memanas.

Menurut stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, seperti diberitakan Al Jazeera, tentara Iran mengatakan telah melancarkan gelombang serangan drone terhadap lokasi militer AS di Kuwait dan Bahrain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sebuah pernyataan, tentara Iran mengatakan telah menggunakan drone peledak untuk menargetkan sistem pertahanan udara Patriot, gudang amunisi, dan situs radar milik militer AS di Kuwait.

Dikatakan gelombang serangan drone lainnya menargetkan sistem komunikasi dan situs radar AS di Bahrain.

Tentara mengatakan serangan tersebut sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan AS yang berkelanjutan di wilayah selatan Iran.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengeluarkan pernyataan yang mengatakan mereka menargetkan pangkalan udara di Al Udeid, Qatar, dengan rudal balistik.

Mereka mengklaim telah menghancurkan pusat perawatan dan perbaikan pesawat tempur, serta pusat komando dan kendali di pangkalan tersebut.

Al Jazeera menyebut, selama 40 menit, Qatar meminta meminta warga sipil dan masyarakat umum untuk masuk ke dalam ruangan dan menghindari tempat terbuka.

Selama itu pula, ada suara ledakan yang tidak diketahui lokasinya di mana, ledakan di langit Doha, dan asap yang mengindikasikan semacam pencegatan.

Namun pemberitahuan terbaru dari pemerintah Qatar menyatakan bahaya telah berlalu dan orang-orang dapat kembali menjalani kegiatannya.

IRGC juga mengatakan telah menembak dan menghentikan kapal kedua yang dianggap sebagai "kapal pelanggar" di Selat Hormuz.

Secara terpisah, IRGC menyebut mereka memastikan akan membalas apa yang mereka klaim sebagai pangkalan yang menjadi tempat serangan terhadap wilayah Iran dilancarkan.

Iran mengkritik negara-negara Arab, khususnya di wilayah Teluk, dengan mengatakan bahwa mereka memberikan bantuan kepada Amerika.

Iran juga memastikan tidak menyerang warga sipil atau wilayah sipil di negara-negara Teluk, tetapi mereka menyerang sumber serangan yang datang ke wilayah Iran.

Mereka mengatakan bahwa setiap pelanggaran atau setiap kapal yang tidak berkoordinasi dengan Iran dan mencoba secara independen untuk melewati Selat Hormuz, berarti mereka telah melanggar nota kesepahaman.

Selan itu, Iran menilai hal tersebut juga berarti mereka bertindak melawan kepentingan Republik Islam Iran, dan Iran harus membalas dan mencegah situasi tersebut.

Rentetan serangan tersebut terjadi tak lama setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melakukan serangan ke fasilitas militer AS di Pangkalan Udara Pangeran Hassan Yordania dengan beberapa rudal balistik.

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah IRIB, seperti diberitakan Al Jazeera pada Minggu (12/7), IRGC mengatakan pasukan udara mereka menghancurkan pusat komando dan kendali di pangkalan tersebut, serta hanggar yang menampung drone MQ-9.

(end) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]