AS Serang Iran setelah Kapal Ditembak dan Selat Hormuz Ditutup

CNN Indonesia
Minggu, 12 Jul 2026 08:40 WIB
A photograph taken from the southern area of Marjayoun shows a flare fired by the Israeli military. (Photo by AFP)
Ilustrasi serangan militer. Komando Pusat AS dalam pernyataan menyebut serangan terbaru mereka diluncurkan Minggu (12/7) pukul 23.15 GMT atau sekitar pukul 02.45 dini hari waktu Teheran.(AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Militer AS mengatakan, pada Sabtu (11/7) waktu Washington DC, bahwa mereka telah melancarkan serangan baru terhadap Iran, setelah Teheran "secara terang-terangan menyerang" sebuah kapal kontainer di Selat Hormuz.

Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam pernyataan menyebut serangan terbaru mereka diluncurkan Minggu (12/7) pukul 23.15 GMT atau sekitar pukul 02.45 dini hari waktu Teheran.

Serangan yang disebut atas arahan Presiden Donald Trump itu diluncurkan "setelah pasukan Korps Garda Revolusi Islam secara terang-terangan menyerang" sebuah kapal kontainer berbendera Siprus yang melintasi Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Amerika Serikat memberikan kerugian besar dengan terus melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi selat," kata CENTCOM seperti diberitakan AFP.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth hanya mengatakan bahwa "Iran membuat pilihan yang buruk. Sekarang mereka membayar akibatnya."

Sementara itu, Garda Revolusi Iran sebelumnya mengumumkan Selat Hormuz ditutup "sampai pemberitahuan lebih lanjut", setelah mereka melepaskan tembakan peringatan ke sebuah kapal yang dinilai menggunakan jalur yang tidak sah.

Garda Revolusi Iran mengatakan kapal itu "terkena tembakan peringatan dan berhenti" setelah mengabaikan instruksi berulang kali untuk menggunakan koridor pelayaran yang disetujui, menurut pernyataan yang dimuat kantor berita Iran, IRNA, pada Minggu (12/7).

"Setelah insiden ini... Selat Hormuz akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan hingga berakhirnya intervensi Amerika di wilayah ini dan tidak ada kapal yang diizinkan untuk melewatinya," kata Garda Revolusi.

Garda Revolusi juga mengatakan mereka akan menargetkan "pangkalan musuh baru di wilayah tersebut" jika aksi militer baru dilakukan terhadap mereka.

AFP menyebut serangan ini mengancam makin mempersulit upaya menyelamatkan negosiasi AS-Iran setelah kedua pihak saling melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir.

Hambatan utama untuk mencapai kesepakatan akhir adalah masa depan Selat Hormuz, dengan Teheran bersikeras akan mengendalikan pelayaran melalui jalur air tersebut sementara Washington menuntut navigasi tanpa batasan.

(afp/end) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]