Presiden Lebanon soal Nego dengan Israel: Saya Tak Akan Mundur

CNN Indonesia
Sabtu, 11 Jul 2026 20:00 WIB
Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan komitmennya untuk bernegosiasi dengan Israel demi kedaulatan Lebanon, meski menghadapi kritik dari Hizbullah
Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan komitmennya untuk bernegosiasi dengan Israel demi kedaulatan Lebanon, meski menghadapi kritik dari Hizbullah. (Foto: AFP/ANWAR AMRO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan akan terus berupaya bernegosiasi dengan Israel dan tak bakal mundur.

Aoun menyampaikan pernyataan itu saat bertemu dengan delegasi pasukan Lebanon dari blok parlemen di Istana Kepresidenan, Baabda, Jumat (10/7).

"Mengapa rakyat Lebanon harus terus membayar harga untuk perang yang dipicu atas perintah aktor eksternal dan untuk kepentingan mereka?" kata dia, dikutip Middle East Monitor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya jamin bahwa saya tak akan mundur dari keputusan untuk bernegosiasi yang sudah saya ambil," imbuh Aoun.

Dia lantas menegaskan semua langkah yang ditempuh demi rakyat dan kedaulatan Lebanon.

Aoun juga membeberkan perjanjian kerangka kerja yang diusulkan akan memulihkan hak-hak Lebanon "melalui jalur diplomatik" jika Israel mematuhi ketentuan-ketentuan dan perjanjian bisa diimplementasikan

Dalam kesempatan itu, dia menjawab kritik Hizbullah yang menyebut usulan kerangka perjanjian hanya menguntungkan Israel.

Hizbullah dan sejumlah fraksi politik Lebanon juga berpendapat seluruh negosiasi dengan pemerintahan Benjamin Netanyahu harus dilakukan secara tidak langsung.

"Semua kritik yang ditujukan pada jalur ini berasal dari keinginan untuk mengembalikan isu Lebanon menjadi kartu truf di tangan Iran," ungkap Aoun.

Lebanon, lanjut dia, sudah melakukan negosiasi langsung dengan Israel lebih dari satu kali, dimulai pada 1949.

Lebanon dan Israel menandatangani perjanjian kerangka kerja yang dimediasi AS pada 26 Juni. Kesepakatan itu mencakup pengaturan penarikan bertahap pasukan Israel dari seluruh wilayah Lebanon, dimulai dengan dua zona percontohan yang tak ditentukan.

Meski ada kesepakatan itu, tentara Israel terus melakukan pelanggaran, seperti menghancurkan rumah hingga meledakkan bahan peledak di kota Taybeh.

Menurut angka resmi, sejak 2 Maret, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 4.300 orang dan melukai lebih dari 12.000 orang.

Pasukan Israel terus menduduki wilayah-wilayah di Lebanon selatan, beberapa di antaranya telah dikuasai selama beberapa dekade dan lainnya direbut selama perang 2023-2024.

Selama serangan terbaru, pasukan Israel maju lebih dari 10 kilometer ke wilayah Lebanon.

(isa/lom) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]