Cincin Emas 2.000 Tahun Bertuliskan Brahmi Ditemukan di Thailand

CNN Indonesia
Minggu, 12 Jul 2026 03:00 WIB
Asmadi menunjukan koleksi cincin Musi Treasure Gallery hasil temuan dari Sungai Musi. CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika
Ilustrasi. Temuan cincin emas di Thailand yang konon berusia 2000 tahun. (Musi Treasure Gallery)
Jakarta, CNN Indonesia --

Cincin emas berusia sekitar 2.000 tahun ditemukan dalam penggalian di sebuah situs arkeologi baru di Thailand. Salah satu cincin bahkan memiliki ukiran aksara Brahmi kuno yang diyakini berasal dari India.

Penemuan tersebut terjadi di situs arkeologi Don Yai Thong, Provinsi Phetchaburi, sekitar 130 kilometer di barat daya Bangkok. Dua cincin emas itu ditemukan bersama kerangka manusia dalam proses penggalian yang masih berlangsung pekan lalu, menurut Departemen Seni Rupa Thailand.

Salah satu cincin yang ditemukan pada Kamis (9/7) memiliki ukiran yang diduga menggunakan aksara Brahmi, salah satu sistem tulisan kuno yang berkembang di India. Berdasarkan analisis awal para ahli, tulisan tersebut terbaca sebagai pusarakhitasa, yang berarti 'orang yang dilindungi oleh Pushya'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip VNExpress, dalam astronomi India kuno, Pushya dikenal sebagai salah satu rasi atau tanda zodiak yang dianggap paling membawa keberuntungan. Temuan ini menjadi petunjuk penting mengenai pengaruh budaya India yang telah menjangkau wilayah Thailand sejak ribuan tahun lalu.

Sementara itu, cincin emas lainnya yang ditemukan bersama kerangka yang sama tidak memiliki motif atau ukiran apa pun. Meski sederhana, keberadaan kedua cincin tersebut dinilai memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Para ahli menduga pemilik cincin kemungkinan merupakan seorang pedagang yang berasal dari kasta Waisya (Vaishya), salah satu golongan dalam sistem kasta India kuno yang identik dengan aktivitas perdagangan dan bisnis.

Situs baru yang menyimpan banyak artefak

Situs arkeologi Don Yai Thong baru ditemukan pada awal tahun ini setelah warga setempat menemukan pecahan genderang perunggu kuno di area persawahan. Penemuan tersebut mendorong para arkeolog melakukan penggalian lebih lanjut.

Hasil penanggalan menunjukkan situs tersebut berasal dari masa prasejarah akhir di Thailand atau dikenal sebagai Zaman Besi, sekitar 1.500 hingga 2.500 tahun lalu.

Sejak penggalian dimulai pada Februari, tim arkeolog telah menemukan delapan kerangka manusia beserta berbagai artefak lain, seperti perhiasan dari perunggu dan emas, tembikar, hingga benda-benda peninggalan lainnya.

Rangkaian temuan itu mengindikasikan bahwa lokasi tersebut kemungkinan merupakan area pemakaman seremonial bagi orang-orang kaya atau anggota lapisan elite masyarakat pada masa itu.

Departemen Seni Rupa Thailand menyatakan proses ekskavasi diperkirakan selesai dalam waktu sekitar satu bulan. Setelah seluruh penelitian awal rampung, berbagai artefak yang ditemukan, termasuk dua cincin emas tersebut, direncanakan akan dipamerkan kepada publik sebagai bagian dari upaya memperkenalkan warisan sejarah Thailand.

(tis/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]