AS Serang Iran Lagi, Gempur 170 Target Hanya dalam 2 Hari

CNN Indonesia
Kamis, 09 Jul 2026 14:26 WIB
AS menggempur 170 target di Iran dalam dua hari usai Presiden Donald Trump mengeklaim nota kesepahaman (MoU) yang sudah diteken berakhir, Rabu (8/7).
AS menggempur 170 target di Iran dalam dua hari usai Presiden Donald Trump mengeklaim nota kesepahaman (MoU) yang sudah diteken berakhir, Rabu (8/7). (Social Media via REUTERS/Social Media)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat menggempur 170 target di Iran dalam dua hari usai Presiden Donald Trump mengeklaim nota kesepahaman (MoU) yang sudah diteken berakhir, Rabu (8/7).

AS menyatakan telah menghantam sekitar 90 target militer di Iran hingga Kamis. Serangan Ini terjadi usai militer AS menghantam 80 target pada malam sebelumnya. Jika diakumulasikan total target pasukan Negeri Paman Sam mencapai 170.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian besar serangan menargetkan pantai selatan Iran. Namun, beberapa serangan masuk jauh ke pedalaman dan ke utara negara tersebut, demikian dikutip CNN.

Imbas serangan brutal dalam dua hari ini, Kementerian Kesehatan Iran mencatat 14 orang tewas dan 78 lainnya mengalami luka-luka.

Iran juga melaporkan AS menyerang infrastruktur sipil seperti jembatan kereta api di Aqalla. Dalam video yang beredar tampak jembatan itu rusak parah.

AS menargetan infrastruktur sipil penting seperti instalasi air dan listrik dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

Menanggapi serangan ini, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bersumpah akan meluncurkan balasan yang lebih tegas.

Serangan tersebut muncul usai Trump mengatakan MoU Amerika Serikat dan Iran berakhir.

"Itu cuma menghabiskan waktu membuat kesepakatan dengan mereka," kata dia.

Trump kemudian mengatakan AS akan menggempur Iran pada Rabu malam.

""Mereka [Iran] meluncurkan serangkaian drone dan satu rudal ke kapal-kapal, karena mereka berada di selat, yang mana mereka berhak berada di sana," kata Trump, dikutip Sky News.

(isa/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]