Erdogan Beri Oleh-oleh Pistol ke Kepala Negara usai KTT NATO

CNN Indonesia
Kamis, 09 Jul 2026 21:00 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan disebut menawarkan pistol ke setiap kepala negara anggota NATO yang menghadiri KTT di Ankara.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan disebut menawarkan pistol ke setiap kepala negara anggota NATO yang menghadiri KTT di Ankara. (Emrah Gurel/Pool via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan disebut menawarkan pistol ke setiap kepala negara anggota aliansi pakta pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) di Ankara.

Dua pejabat Uni Eropa mengonfirmasi bahwa Kepala Presiden UE Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menerima pistol dan sekotak amunisi sebagai hadiah perpisahan atau oleh-oleh dari Erdogan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu sumber mengatakan tim keamanan Costa membawa pistol tersebut untuk diperiksa.

"Kami akan mengikuti prosedur Belgia untuk membawa ke Belgia dan kemudian kami akan menyimpan sesuai dengan persyaratan keamanan yang ditetapkan Sekreteriat Jenderal Dewan," kata sumber itu ke Politico.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga menyampaikan hal serupa. Dia menyebut bertuliskan nama-nama para pemimpin dan disertai amunisi, demikian laporan Press Association yang dikutip AFP.

Namun, Starmer mengatakan harus meninggalkan hadiah tersebut di Turki karena jika dibawa ke Inggris akan dianggap ilegal. Erdogan padahal sudah mencabut kontrol ekspor senjata itu.

Kantor PM Inggris belum merilis gambar atau memberi pernyataan resmi terkait hal tersebut. Turki juga belum memberi komentar.

KTT NATO berlangsung di Ankara pada 7-8 Juni. Seluruh kepala negara anggota termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump hadir dalam pertemuan puncak itu.

Sederet tamu undangan juga terlihat hadir. Mereka di antaranya Presiden Ukraina Volodymr Zelensky dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.

KTT ini berlangsung saat Timur Tengah meradang imbas serangan brutal Amerika Serikat dan Israel ke Iran. AS dan Iran sempat gencatan senjata bahkan meneken nota kesepahaman (MoU) yang berisi penghentian pertempuran di semua front.

Namun, di sela KTT itu, Trump mendeklarasikan bakal menyerang Iran lagi di tengah prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Khamenei tewas dalam serangan AS-Israel pada Februari lalu. Operasi ini juga menewaskan anak perempuan, cucu, dan menantunya.

(isa/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]