Pakar Sebut Iran Sengaja Serang Kapal di Selat Hormuz buat Ejek AS
Pakar militer yang merupakan pensiunan perwira Angkatan Laut Amerika Serikat Harlan Ullman mengatakan Iran sengaja menyerang dua kapal dagang di Selat Hormuz untuk mengejek AS.
Serangan terhadap kapal dagang yang bersandar di Teluk Persia tersebut pada Selasa (7/7) langsung dibalas AS dengan serangan terhadap target-target penting Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut pandangan saya, Iran sedang mengejek Amerika Serikat," kata Ullman yang kini menjabat sebagai Ketua Killowen Group, dikutip dari Al Jazeera.
Ia berpendapat bahwa Teheran kemungkinan percaya Washington akan terbatas dalam cara merespons serangan itu, karena serangan balasan apa pun dapat berisiko mengenai prosesi pemakaman di seluruh negeri. Serangan AS yang meluas akan dianggap sebagai kejahatan perang secara internasional.
"Saya percaya Iran melakukan ini karena alasan yang telah direncanakan, dan itu untuk memajukan posisinya dalam negosiasi dengan memberikan tekanan lebih lanjut pada Amerika Serikat," ujar Ullman.
Ia menambahkan bahwa ketegangan tersebut kemungkinan akan mendorong kenaikan harga minyak global, yang pada gilirannya "akan memberikan tekanan lebih lanjut" pada Presiden AS Trump.
Ullman kemudian mengingatkan bahwa ketegangan yang kembali terjadi di kawasan tersebut sebagai sesuatu yang "sangat serius" dan bisa meluas menjadi perang regional.
"Ini adalah momen yang sangat genting dan apa pun bisa terjadi, termasuk eskalasi," tutur Ullman.
"Kita akan menunggu dan melihat apa yang terjadi dalam beberapa hari ke depan, tetapi ini sangat, sangat serius. Namun, demi kepentingan kedua belah pihak untuk tetap menjaga agar situasi tetap terkendali karena perang regional besar bukanlah kepentingan siapa pun," ia menambahkan.
Ullman pun menilai Iran telah melakukan perhitungan strategis untuk menyerang kapal milik negara sekutu AS di Selat Hormuz.
Ia mencatat bahwa serangan tersebut bertepatan dengan prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei selama beberapa hari serta KTT NATO di Turki.
(bac) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

