India Harap Pembelian Rudal BrahMos Rampung saat Prabowo-Modi Bertemu

CNN Indonesia
Selasa, 07 Jul 2026 09:20 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kiri) menyambut kedatangan Perdana Menteri India Narendra Modi (kanan) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (6/7/2026). Kunjungan kenegaraan PM India ke Indonesia tersebut dalam rangka memenuhi undangan Presiden Pra
India berharap kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia bisa sekaligus merampungkan sejumlah kesepakatan, terutama soal pembelian sistem rudal BrahMos oleh RI. (Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri India Narendra Modi berharap kunjungannya ke Indonesia hari ini bisa sekaligus merampungkan sejumlah kesepakatan, terutama perihal pembelian sistem rudal BrahMos oleh RI.

Dalam jumpa pers pada Jumat pekan lalu, Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, mengatakan Modi akan membahas sejumlah nota kesepahaman (MoU) di bidang kesehatan, antariksa, farmasi, dan ketahanan pangan selama berada di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip Reuters, Chakravorty juga menambahkan kedua negara berharap dapat merampungkan sejumlah kesepakatan terkait BrahMos, sistem rudal buatan bersama India dan Rusia, yang telah dibidik Indonesia. 

"Sebagian masih dalam proses, sebagian akan dirampungkan tepat waktu, sebagian mungkin mengalami penundaan, tetapi tetap akan ada hasil yang dicapai dari kunjungan ini," ujarnya.

Pada 2023, BrahMos Aerospace mengatakan tengah melakukan pembicaraan lanjutan dengan Indonesia mengenai kesepakatan pembelian senilai antara US$200 juta (sekitar Rp3,5 triliun berdasarkan kurs hari ini) hingga US$350 juta (sekitar Rp6,2 triliun) untuk sistem rudalnya itu.

Perusahaan produsen rudal patungan Rusia-India ini juga sebelumnya telah menandatangani kesepakatan serupa dengan negara tetangga Indonesia, yakni Vietnam dan Filipina.

Sebelumnya, pada Maret 2026 lalu, Indonesia dilaporkan telah meneken kesepakatan dengan India untuk mengakuisisi sistem rudal BrahMos.

Hal itu diungkap juru bicara Kementerian Pertahanan RI Rico Ricardo Sirait kepada Reuters pada Senin (9/3).

Rico mengatakan kesepakatan tersebut merupakan "bagian dari modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan kemampuan pertahanan, khususnya di sektor maritim". Ia menambahkan pengadaan tersebut juga semakin memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan India di bidang pertahanan.

Sistem baru itu juga diharapkan dapat "meningkatkan kemampuan penangkalan dalam menjaga kedaulatan nasional".

Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dalam postingannya pada 16 Desember di X mengatakan "kolaborasi dalam teknologi canggih, seperti BrahMos," adalah salah satu hal penting dalam diskusinya dengan panglima Angkatan Laut India yang berkunjung.

Namun, kepada Reuters saat itu, Rico menolak mengonfirmasi nilai total kesepakatan tersebut ketika ditanya apakah harga keseluruhan rudal tetap berada di angka US$450 juta, sebagaimana dilaporkan South China Morning Post pada Desember lalu.

Selain terkait BrahMos, Chakravorty menuturkan pembicaraan di bidang pertahanan juga akan mencakup kesadaran maritim dan pemberantasan pembajakan.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]