Mengenal Arti Bendera Merah di Pemakaman Ali Khamenei

CNN Indonesia
Minggu, 05 Jul 2026 18:30 WIB
Bendera merah artinya simbol Syiah untuk menuntut pembalasan atas darah pemimpin mereka yang terbunuh.
Bendera merah artinya simbol Syiah untuk menuntut pembalasan atas darah pemimpin mereka yang terbunuh. (AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para pelayat di upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang rangkaiannya telah dimulai sejak 3 Juli lalu mengibarkan spanduk dan bendera merah.

Bendera tersebut merupakan simbol Syiah untuk menuntut pembalasan atas darah pemimpin mereka yang terbunuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip Al-Jazeera, bendera merah itu bertuliskan beberapa slogan perlawanan seperti 'Ya Latharat al-Hussein', yang memiliki 'wahai pembalas Hussein', atau slogan baru 'Ya Latharat al-Khamenei', yang berarti 'wahai pembalas Khamenei' dan terlihat di seluruh Grand Mosalla Teheran.

Ungkapan itu menggabungkan ratapan atas Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad dari abad ke-7, yang pembunuhannya di Karbala pada 680 M merupakan inti dari identitas Syiah. Peristiwa itu hingga saat ini diperingati setiap tahun sebagai simbol perlawanan terhadap penindasan dan tirani.

Seruan 'Ya Latharat al-Hussein' secara historis telah digunakan untuk menggalang pembalasan. Dalam kasus Khamenei, slogan menandakan seruan langsung untuk membalas dendam terhadap mereka yang membunuhnya.

Dalam tradisi Syiah, panji merah melambangkan darah yang tertumpah secara tidak adil dan berfungsi sebagai seruan untuk pembalasan. Para pelayat juga membawa bendera nasional Iran dan panji kuning yang mewakili Hizbullah.

Jutaan orang menghadiri doa pemakaman untuk mendiang Ali Khamenei dan empat anggota keluarganya yang terbunuh dalam serangan AS-Israel di kompleksnya pada 28 Februari.

Dalam proses pemakaman itu hanya tiga anak laki-laki Ali Khamenei yang terlihat hadir.

Dikutip Al Jazeera, kantor berita Associated Press melaporkan putra-putra Khamenei yakni Masoud, Meysam, dan Mostafa.

Presiden AS Donald Trump mengatakan tak ingin menyerang Iran saat pemakaman walau mengancam bisa melakukannya dengan satu tembakan.

"Mereka semua ada di sana. Satu tembakan saja, kami bisa menghabisi mereka semua. Tapi kami tidak akan melakukannya karena nanti kami tidak punya lagi pihak untuk diajak bernegosiasi," kata Trump kepada Axios.

(thr/fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]