Rusia Ungkap Iran Masih Punya Senjata Cadangan, Apa Itu?

CNN Indonesia
Minggu, 05 Jul 2026 16:40 WIB
A picture taken on November 10, 2019, shows an Iranian flag in Iran's Bushehr nuclear power plant, during an official ceremony to kick-start works on a second reactor at the facility. - Bushehr is Iran's only nuclear power station and is currently ru
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, mengaku memiliki informasi bahwa Iran masih memiliki senjata cadangan. (Foto: ATTA KENARE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, mengaku memiliki informasi bahwa Iran masih memiliki senjata cadangan.

Mengutip Al Jazeera, Medvedev sendiri dilaporkan hadir di Teheran saat proses pemakaman mantan pemimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Medvedev menuturkan senjata cadangan Iran itu terletak di di Bab Al Mandab. Ia juga sebelumnya menyebut bahwa Selat Hormuz adalah aset strategis bagi Iran, yang setara dengan senjata nuklir.

Menurutnya, Iran juga memiliki 'senjata cadangan' di Bab Al Mandab, selat yang terletak di antara Yaman, Djibouti, dan Eritrea dan menghubungkan Teluk Aden ke Laut Merah dan Terusan Suez.

Dia pun mewanti-wanti bahwa pengiriman melalui titik rawan maritim utama tersebut dapat terganggu jika terjadi konflik regional yang lebih luas.

"Saya harap hal itu tidak terjadi, tetapi semua negara yang menginginkan konflik di kawasan ini harus mengingat hal ini," kata Medvedev.

Apalagi, kelompok pemberontak Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman, sebelumnya mengancam akan menutup Bab Al Mandab dan pada 8 Juni menyatakan larangan terhadap kapal-kapal Israel di Laut Merah.

Apa itu Bab Al Mandab?

Selat Bab Al Mandab merupakan jalur maritim sepanjang 32 kilometer yang menjadi satu-satunya titik masuk ke Laut Merah dari Samudra Hindia. Kawasan ini menghubungkan Samudra Hindia ke Laut Mediterania melalui Terusan Suez.

Sekitar 12 persen perdagangan minyak global melintasi selat ini pada paruh pertama 2023. Pada 2025, rata-rata sekitar 4,2 juta barel minyak dunia melalui selat ini per hari.

Gangguan apa pun di Selat Bab Al Mandab dapat memutus rantai penting perdagangan antara Eropa dan Asia. Kapal harus memutar mengelilingi Afrika jika terjadi disrupsi, sehingga waktu pengiriman bisa molor 10-14 hari.

(thr/rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]