Prabowo Terima Presiden Belarus Lukashenko di Istana Hari Ini

CNN Indonesia
Kamis, 02 Jul 2026 11:30 WIB
Presidents Aleksandr Lukashenko of Belarus, delivers a speech during the opening ceremony of the XIV Non-Aligned Movement Summit in Havana, 15 September 2006. AFP PHOTO/Baltasar MESA (Photo by - / AFP)
Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko ke Jakarta, disambut Presiden Prabowo Subianto hari ini. Foto: AFP/-
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (2/7).

Pertemuan itu akan difokuskan pada penguatan kerja sama bilateral, terutama di sektor ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga peluncuran peta jalan (roadmap) hubungan Indonesia-Belarus.

"Pada pagi hari ini Presiden Prabowo Subianto akan menerima kunjungan kenegaraan balasan dari Presiden Alexander Lukashenko dari Belarus," kata Menteri Luar Negeri Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sugiono menjelaskan kunjungan tersebut merupakan kunjungan balasan setelah Prabowo lebih dulu melakukan lawatan ke Belarus pada 15 Juli silam. Dari pertemuan tersebut, kedua negara mengidentifikasi berbagai potensi kerja sama yang kini memasuki tahap implementasi.

Menurut Sugiono, salah satu agenda utama dalam kunjungan Lukashenko adalah peluncuran roadmap kerja sama Indonesia-Belarus di berbagai sektor strategis.

"Ini menunjukkan bahwa hubungan bilateral kita memasuki satu, kalau saya boleh katakan, tahap yang baru yang lebih intensif, di mana dari situ pada hari ini juga akan diluncurkan suatu roadmap hubungan bilateral di berbagai sektor antara Indonesia dengan Belarus," ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah akan memprioritaskan kerja sama yang sejalan dengan agenda Presiden Prabowo, khususnya di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi.

"Kepentingan kita yang utama karena ini juga sesuai dengan program Bapak Presiden terutama di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi. Kerja sama yang lebih intensif di bidang ini juga akan dimantapkan," katanya.

Selain itu, Indonesia dan Belarus juga akan memperluas kerja sama di sektor pertanian, termasuk perdagangan sejumlah komoditas serta bahan baku pupuk.

"Beberapa produk pertanian dan khususnya bahan baku pupuk juga akan dikerjasamakan antara Belarus dan Indonesia," ujar Sugiono.

Ia menambahkan kunjungan kali ini menjadi lawatan kedua Lukashenko ke Indonesia setelah kunjungan pertamanya pada 2013. Pemerintah berharap pertemuan tersebut semakin mempererat hubungan kedua negara sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas.

Belarus merupakan salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Eurasia sekaligus anggota utama Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

Indonesia dan EAEU telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas (Indonesia-EAEU Free Trade Agreement/FTA) pada Desember 2025 yang diharapkan dapat memperluas akses pasar kedua belah pihak.

Menjelang kunjungan kenegaraan tersebut, kerja sama kedua negara juga mulai mengerucut ke sejumlah proyek konkret. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya mengungkapkan Belarus meminta Indonesia memasok 14 ribu ton minyak sawit mentah (CPO) serta sekitar 120 ribu ton kakao per tahun.

Selain perdagangan komoditas, kedua negara juga menjajaki kolaborasi di bidang mekanisasi pertanian dan transfer teknologi alat mesin pertanian.

(del/dna) Add as a preferred
source on Google