Netanyahu 'Ngejokes' Turun BB selama Agresi Brutal Gaza, Oposisi Marah

CNN Indonesia
Kamis, 02 Jul 2026 06:06 WIB
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu attends the funeral of Gal Meir Eisenkot, 25, an Israeli solider and the son of Israeli cabinet minister and former military chief Gadi Eisenkot, who was killed in northern Gaza during the ongoing ground oper
PM Benjamin Netanyahu menuai kecaman usai berkelakar perubahan yang dialaminya sejak perang dengan Hamas & agresinya ke Jalur Gaza hanyalah turun berat badan. (Foto: REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuai kecaman setelah berkelakar bahwa perubahan yang dialaminya sejak perang dengan Hamas hingga memicu agresi brutal ke Jalur Gaza Palestina hanyalah "berkurang sedikit berat badan."

Pernyataan itu memicu kritik dari lawan politik dan berbagai pihak yang menilai Netanyahu meremehkan serangan hingga penculikan warga Israel yang dilakukan Hamas, sekaligus penderitaan para sandera yang diculik saat itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam wawancara dengan Channel 14, Netanyahu ditanya mengenai bagaimana serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu telah mengubah dirinya. Serangan Hamas ke Israel itu menewaskan 1.200 orang termasuk warga sipil. Hamas juga menyandera sekitar 250 orang dari Israel, termasuk sejumlah warga asing.

Serangan itu pun memicu Israel melancarkan agresi brutal ke Jalur Gaza Palestina hingga menewaskan sedikitnya 70 ribu warga Palestina.

Netanyahu awalnya menjawab bahwa invasi dan pembantaian Hamas tersebut mengubah pandangannya mengenai doktrin keamanan Israel, terutama terkait perlunya membangun zona penyangga di dalam wilayah musuh.

"Anggap saja saya telah belajar dari pengalaman. Saya menarik sejumlah pelajaran. Dan kita harus menyesuaikan diri dengan kenyataan," kata Netanyahu seperti dikutip Times of Israel pada Rabu (1/7).

"Menurut saya, yang paling penting adalah memiliki zona penyangga di wilayah musuh, bukan di wilayah kita sendiri. Saya tidak ingin komunitas di wilayah utara menjadi semacam daerah perbatasan yang memiliki kondisi berbeda dibandingkan wilayah yang berada tepat di sebelah selatannya," lanjutnya.

Netanyahu selama ini bersikeras mempertahankan zona penyangga yang luas di Gaza, Lebanon, dan Suriah. Namun, kebijakan tersebut dinilai belum banyak berhasil menghalau kelompok-kelompok proksi Iran di kawasan itu, sekaligus memperumit upaya diplomatik Amerika Serikat untuk mendorong penyelesaian berbagai konflik di Timur Tengah.

Ketika kembali didesak oleh pewawancara dari stasiun televisi yang dikenal pro-Netanyahu mengenai perubahan yang ia alami secara pribadi sejak tragedi 7 Oktober, Netanyahu berkelakar, "Pertama-tama, saya kehilangan sedikit berat badan."

Tak lama kemudian, ia menambahkan, "Tapi serius," sebelum mengulas berbagai keputusan yang menurutnya menjadi pencapaiannya selama perang, termasuk mobilisasi pasukan cadangan dalam jumlah lebih besar dari rencana awal, operasi militer melawan Hamas, serangan terhadap Hezbollah, operasi di Suriah, hingga serangan terhadap Iran.

Namun, lawan-lawan politik Netanyahu segera mengecam pernyataan tersebut karena dinilai meremehkan serangan ancaman 7 Oktober.

"Dia sudah kehilangan kontak dengan realitas, tidak layak memimpin, dan tidak pantas bagi bangsa ini," tulis Ketua Partai Yashar, Gadi Eisenkot, di media sosial. Eisenkot kini menjadi salah satu rival utama Netanyahu menjelang pemilu mendatang.

Eisenkot kembali menegaskan janjinya untuk membentuk komisi penyelidikan negara guna mengusut tragedi 7 Oktober, sebuah langkah yang selama ini ditolak oleh Netanyahu.

Pernyataan Netanyahu muncul di tengah perdebatan publik yang terus berlangsung mengenai pertanggungjawaban atas serangan Hamas, yang menjadi serangan paling mematikan dalam sejarah Israel. Tragedi tersebut mendorong banyak pejabat senior militer dan intelijen Israel mengakui adanya kegagalan serta mengundurkan diri dari jabatannya.

Hingga kini, Netanyahu belum secara tegas mengakui tanggung jawab pribadinya atas serangan tersebut. Ia juga menolak pembentukan komisi penyelidikan independen tingkat negara dan justru mengusulkan penyelidikan yang berada di bawah kendali politik untuk mengusut serangan Hamas beserta dampaknya.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]