Iran: AS Terang-terangan Langgar MoU Setop Perang

CNN Indonesia
Sabtu, 27 Jun 2026 18:05 WIB
(FILES) (FILES) Iranian Foreign Minister Abbas Araghchi adjusts his glasses during a joint press conference with his Russian counterpart following their talks in Moscow on December 17, 2025. EU terrorist designation of Iran Guards a 'major strategic
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (Foto: AFP/Ramil Sitdikov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran menuduh Amerika Serikat melanggar nota kesepahaman (MoU) damai yang baru-baru iini dicapai kedua negara untuk mengakhiri perang, menyusul serangan terbaru ke wilayahnya pada Jumat (26/6) malam.

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan serangan yang menargetkan fasilitas pengawasan di pesisir Iran itu merupakan "pelanggaran terang-terangan" terhadap MoU yang baru diteken kedua negara di Swiss pada pekan lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Serangan brutal ini, yang menargetkan fasilitas pengawasan pesisir Iran, merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk mengakhiri perang," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.

Iran dan AS kembali saling melancarkan serangan hingga memicu kekhawatiran perang pecah lagi dan MoU upaya mengakhiri perang runtuh.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Sabtu menyatakan telah menyerang sejumlah target milik AS di kawasan Teluk sebagai balasan atas serangan Washington terhadap fasilitas rudal, drone, dan radar Iran.

Televisi pemerintah Iran, mengutip seorang reporter di kota pelabuhan selatan Sirik, melaporkan ledakan terdengar pada Jumat malam di Dermaga Taheroui.

Media tersebut mengutip seorang sumber militer yang menyebut ledakan itu disebabkan oleh hantaman proyektil di kawasan tersebut.

"Pelabuhan Sirik tetap beroperasi secara normal dan tidak ada kerusakan yang dilaporkan pada peralatan maupun fasilitasnya," lapor kantor berita Mehr setelah insiden tersebut.

Sementara itu, AS berdalih serangannya itu sendiri sebagai respons atas dugaan serangan drone Iran terhadap sebuah kapal kargo di Selat Hormuz sehari sebelumnya.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan serangan terbaru AS yang menargetkan lokasi penyimpanan rudal dan drone serta posisi radar pesisir Iran merupakan respons atas "agresi tanpa alasan terhadap kapal-kapal komersial oleh pasukan Iran" yang "jelas melanggar perjanjian gencatan senjata."

CENTCOM menggambarkan operasi itu sebagai "respons kuat atas serangan kemarin terhadap sebuah kapal dagang yang sedang melintasi Selat Hormuz."

Aksi saling serang tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keberlangsungan MoU ditandatangani AS dan Iran pada 17 Juni.

Kedua pihak saling menuding telah melanggar kesepakatan yang mencakup penghentian sementara peperangan itu.

MoU tersebut bukan merupakan kesepakatan final, melainkan dirancang sebagai landasan bagi perundingan lanjutan, termasuk mengenai lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi perdagangan global.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]