Israel Tembak Mati 2 WN Lebanon, Langgar Gencatan & MoU AS-Iran

CNN Indonesia
Selasa, 23 Jun 2026 21:00 WIB
A first responder stands by a body bag as colleagues search the rubble for victims at the site of an Israeli airstrike in the southern village of Saksakieh on May 9, 2026. Authorities reported eight people killed in Israeli airstrikes in southern Leb
Pasukan Israel menembak mati dua warga di Lebanon selatan di tengah gencatan senjata yang sudah disepakati dan nota kesepahaman (MoU) AS-Iran. Ilustrasi. (Foto: AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pasukan Israel menembak mati dua warga di Lebanon selatan pada Selasa (23/6) di tengah gencatan senjata yang sudah disepakati dan nota kesepahaman (MoU) Amerika Serikat-Iran.

Kantor Berita Nasional Lebanon National News Agency (NNA) melaporkan pasukan Israel melepas tembakan dengan senapan mesin ke arah warga saat mereka berdiri dekat eskavator di Nabatieh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di kota lain, Hadatha, pasukan Israel juga meluncurkan tembakan ke arah warga yang sedang dalam perjalanan ke pemakaman setempat. Namun, belum ada informasi soal korban jiwa di tempat ini.

Milisi di Lebanon, Hizbullah, menyebut tindakan Israel "serangan pengkhianatan" dan "melanggar" gencatan senjata karena menyerang warga sipil.

Terpisah, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membantah mereka menyerang warga dan menegaskan menargetkan "teroris bersenjata" yang mengancam pasukan Zionis di area yang disebut security zone.

"IDF akan terus melanjutkan operasi untuk memusnahkan ancaman sesegera mungkin dan tak akan mengizinkan teroris Hizbullah menyakiti warga dan tentara Israel," demikian pernyataan militer Israel, dikutip Reuters.

Dalam beberapa waktu terakhir, Israel menggempur habis-habisan Lebanon meski ada gencatan senjata dan MoU AS-Iran.

Lebanon kembali terseret dalam konflik usai AS dan Israel menyerang Iran pada akhir Februari lalu. Imbas operasi ini, pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas.

Setelah tewas, Hizbullah meluncurkan balasan ke Israel. Sejak saat itu, pasukan Zionis terus menggempur Lebanon.

Israel tak peduli dengan MoU yang menyertakan penghentian pertempuran di Lebanon maupun gencatan senjata yang sudah disepakati.

Di salah satu kesempatan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel punya "kebebasan penuh" untuk menggagalkan ancaman langsung atau tidak terhadap negara itu.

(isa/rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]