Sejarah Kelompok 'Guardian Angels' AS, Mau Ditiru Trump di Timteng?

CNN Indonesia
Rabu, 24 Jun 2026 07:04 WIB
Aktivis Curtis Sliwa dan isterinya Lisa pernah mendirikan kelompok Malaikat Pelindung di AS.
Aktivis Curtis Sliwa dan isterinya Lisa pernah mendirikan kelompok Malaikat Pelindung di AS. (Getty Images via AFP/SPENCER PLATT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump mengeklaim Amerika Serikat (AS) menjadi Guardian Angels atau 'Malaikat Pelindung' bagi kapal-kapal di Selat Hormuz, yang kini ditutup kembali oleh Iran.

Dalam pernyataan di Truth Social pada Sabtu (20/6), Trump mulanya mengatakan Selat Hormuz tidak akan dikenakan biaya apa pun selama 60 hari periode gencatan senjata AS-Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah periode itu pun, Trump memastikan jalur maritim itu tetap akan gratis. Selat Hormuz, kata Trump, cuma akan dipatok tarif jika Amerika Serikat menginginkannya.

"Tidak akan ada biaya tol di Selat Hormuz selama 60 hari periode Gencatan Senjata, dan setelah periode 60 hari berakhir. Kecuali, jika biaya tol tersebut dikenakan oleh dan untuk Amerika Serikat, apabila kepakatan damai tidak tercapai, untuk mengganti biaya di masa lalu, sekarang, dan masa depan atas jasa kami menjadi Malaikat Pelindung bagi negara-negara Timur Tengah," tulis Trump, seperti dikutip Reuters.

Sejarah malaikat pelindung

Istilah malaikat pelindung (Guardian Angels) di Amerika Serikat bukan hanya merujuk pada keyakinan tentang para malaikat yang suka menolong, namun juga pernah terwujud dalam bentuk sekelompok sukarelawan, yang didirikan oleh Curtis Sliwa dan isterinya Lisa, pada tahun 1979.

Organisasi ini untuk "memberikan teladan positif bagi kaum muda" yang mungkin bergabung dengan geng. Setelah direkomendasikan oleh seorang anggota aktif Angel, para rekrutan harus menjalani pelatihan fisik, bela diri, dan hukum selama tiga bulan.

Mereka berpatroli di kereta bawah tanah, bus, jalanan, dan feri. Para anggota melakukan penangkapan warga sipil, tetapi dampak utama mereka adalah sebagai pencegah, kehadiran mereka sering kali mencegah kejahatan.

"Sudah saatnya menyadari bahwa kepolisian kita kalah dalam pertempuran melawan kejahatan," kata seorang koresponden New York Times.

"Warga negara harus mengambil peran yang lebih aktif dalam menghentikan penyebarannya. Para pemuda ini," simpul pembaca lain, "mengisi kekosongan yang diciptakan oleh pengabaian tanggung jawab kota."

Merujuk pada laman encyclopedia.com, Guardian Angelas adalah organisasi sukarelawan yang didedikasikan untuk melindungi warga negara yang taat hukum dari kejahatan kekerasan di kereta bawah tanah New York.

Organisasi ini kemudian menyebar ke seluruh Amerika Serikat dan 'cabang' didirikan di kota-kota di Kanada, Amerika Selatan, Australia, dan Eropa. Para anggotanya, yang mengenakan seragam berupa baret merah dan kaus putih, tidak membawa senjata, tetapi menjalani pelatihan seni bela diri, pertolongan pertama, dan instruksi tentang hukum penangkapan warga sipil. Mereka bertindak sebagai kelompok pengatur dan penegak hukum meski bukan aparat.

Ketegangan antara kelompok ini dan masyarakat memburuk, ketika pada Februari 1981 setelah sebelas anggota Angels ditangkap karena menyerang seorang petugas yang menyamar seperti ditulis dalam Journal of Social History milik Universitas Oxford.

Walikota Ed Koch dan Presiden Asosiasi Kesejahteraan Petugas Patroli Transit William McKechnie menganggap kelompok tersebut sebagai amatir atau, lebih buruk lagi, sebagai kelompok main hakim sendiri.

Para ahli berpendapat bahwa patroli Angels memiliki efektivitas terbatas dalam mengurangi kejahatan.

Hingga pada 1993, terungkap fakta bahwa kelompok ini sering ribut dengan msayarakat dan merekayasa beberapa keberhasilan Guardian Angels yang banyak dipublikasikan menyebabkan penurunan jumlah cabang.

Namun, meskipun lembaga penegak hukum cenderung skeptis terhadap efektivitas Guardian Angels dalam pencegahan kejahatan, kehadiran mereka sering kali membuat pihak berwenang malu dan mendorong mereka untuk meningkatkan penegakan hukum di sistem kereta bawah tanah.

(imf/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]