'Neraka' Gelombang Panas Ekstrem Eropa, 2 Anak di Prancis Meninggal

CNN Indonesia
Selasa, 23 Jun 2026 10:20 WIB
https://www.cnnindonesia.com/tag/iran
Gelombang panas ekstrem di Paris, Prancis. (REUTERS/Abdul Saboor)
Jakarta, CNN Indonesia --

'Neraka' gelombang panas ekstrem melanda sejumlah negara di Benua Eropa, termasuk Prancis dan Spanyol.

Di Prancis, dua anak meninggal dunia pada Senin (22/6) diduga akibat gelombang panas ekstrem. Mereka ditemukan tak bernyawa di dalam mobil yang terparkir di wilayah selatan Kota Carpentras, Prancis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak berwenang setempat mengatakan kemungkinan besar kematian tersebut disebabkan oleh gelombang panas yang mendera Prancis.

Petugas layanan darurat mengatakan kepada AFP bahwa mereka menemukan anak-anak tersebut mengalami henti jantung setelah menerima panggilan pada Senin sekitar pukul 13.20 waktu setempat.

Petugas juga langsung merawat ibu dari anak-anak tersebut sebelum menjalani interogasi dengan pihak berwenang.

Gelombang panas terbaru yang melanda Eropa membuat sejumlah acara di luar ruangan batal, gangguan transportasi, penutupan sekolah, dan pekerja kantor diminta untuk bekerja dari rumah. Pihak berwenang juga mengeluarkan peringatan kesehatan untuk melindungi lansia dan kelompok rentan.

Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa gelombang panas yang berulang merupakan penanda kuat dari pemanasan global, dan memperingatkan bahwa gelombang panas akan menjadi lebih sering, lebih lama, dan lebih intens.

Prancis sampai harus menutup lebih dari 1.350 sekolah karena panas ekstrem. Badan Meteorologi Prancis, Meteo-France, mencatat bahwa suhu panas rata-rata di Prancis telah menembus rekor pada Juni ini.

Suhu rata-rata siang dan malam mencapai 29,2 derajat Celsius, mengalahkan rekor tertinggi sebelumnya yang dicapai pada 30 Juni 2025, menurut data sementara.

Meteo-France memperluas peringatan tertinggi ancaman gelombang panas ke lebih dari setengah departemen di Prancis dan memengaruhi sekitar 39 juta orang.

Perdana Menteri Prancis kemudian Sebastien Lecornu dijadwalkan mengadakan pertemuan darurat pada hari hari ini, kata seorang pejabat, dikutip dari AFP.

Gelombang panas menggila di Spanyol

Gelombang panas ekstrem di Spanyol melanda lebih gila. Suhu mencapai puncaknya yaitu 40 derajat Celcius pada Senin. Pemerintah kota sampai mendirikan "tempat perlindungan iklim" di balai kota untuk tunawisma dan orang-orang rentan. Layanan yang menyediakan air, makanan, dan fasilitas kebersihan itu buka antara siang dan pukul 20.00.

"Sangat berat, benar-benar berat. Bagi seseorang yang tidak terbiasa berada di jalanan, tanpa mandi, tanpa makanan, itu agak sulit. Panas di luar sangat menyengat," kata Camilo, seorang tunawisma yang menggunakan fasilitas tersebut, kepada saluran televisi regional TeleMadrid.

Beberapa jalan praktis sepi di pusat wisata selatan Cordoba, di mana suhu mencapai 40 derajat Celcius, sementara orang-orang melindungi diri dengan payung atau menikmati es krim untuk mendinginkan diri.

"Rasanya mengerikan," kata Clarisa Arismendi, seorang dokter berusia 38 tahun dari Meksiko, kepada AFP.

"Cuaca panas saat ini benar-benar...benar-benar, sangat buruk," ujarnya lagi.

(bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]