Surat Rahasia Khamenei Bocor, Terungkap Iran Terbelah soal Deal AS
Korespondensi rahasia yang ditulis Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei dilaporkan bocor hingga mengungkap rezim Iran terbelah soal kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang.
Perpecahan yang terbongkar ini bermula kala mantan anggota tim negosiasi Iran dalam putaran awal perundingan di Islamabad, Pakistan, Mahmoud Nabavian, sempat mengaku membaca korespondensi rahasia yang ditulis Khamenei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Iran itu mengungkapkan hal tersebut dalam suatu wawancara yang disiarkan langsung di stasiun televisi nasional.
Dalam surat tersebut, menurut Nabavian, Khamenei menilai tim negosiasi Iran telah melampaui mandat yang diberikan kepada mereka.
Namun, belum tuntas menjelaskan soal korespondensi itu, wawancara Nabavian diputus di tengah siaran.
Kini, Dikutip The Guardian, Nabavian terancam menghadapi tuntutan hukum dan pemecatan dari parlemen setelah mengungkap isi surat Khamenei yang diklaim sangat rahasia itu.
Satu jam setelah siaran yang disensor itu berakhir, rekaman wawancara tersebut dihapus dari arsip, sementara seorang pejabat senior di lembaga penyiaran negara mengundurkan diri.
Klaim Nabavian langsung dibantah oleh juru bicara tim perunding, yang menyebut pernyataannya sebagai informasi lama yang telah dipelintir. Televisi pemerintah Iran juga menyatakan bahwa komentar Nabavian merupakan "bukti adanya pelanggaran hukum dan layak diproses secara hukum".
Tokoh-tokoh yang berafiliasi dengan kubu Mohammad Bagher Ghalibaf, kepala negosiator Iran dalam perundingan saat ini di Swiss, mendesak agar pihak yang membocorkan informasi tersebut segera diidentifikasi.
Sementara itu, kelompok sentris dan reformis selama ini menuduh lembaga penyiaran negara Iran, IRIB, bertindak sebagai corong kaum garis keras dari Paydari atau Front Stabilitas, yang juga didukung oleh Nabavian.
Selain mengungkap ketegangan di lingkaran elite pemerintahan Iran secara hampir real time, insiden ini juga menunjukkan bahwa pemimpin tertinggi yang baru tampaknya memainkan peran yang jauh lebih aktif dalam proses perundingan dibandingkan yang selama ini diketahui publik.
Laporan tersebut mengindikasikan bahwa Khamenei secara langsung menginstruksikan para negosiator agar tidak mengalah dalam isu program nuklir Iran maupun soal penerapan biaya bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Sejak menjabat sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba Khamenei belum pernah tampil di depan publik atau merilis pesan audio. Ia lebih banyak menyampaikan arah kebijakannya melalui pernyataan tertulis.
Sejumlah laporan bahkan menyebut tim perunding pernah harus menunggu hingga dua pekan untuk mendapatkan arahan terkait kelanjutan negosiasi. Khamenei juga dikabarkan mengirimkan berbagai pertanyaan rinci kepada para negosiator.
(rds) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
