AS-Iran Rampungkan Draf Cabut Sanksi Minyak Teheran

CNN Indonesia
Senin, 22 Jun 2026 10:14 WIB
Iran's delegation including Minister of Foreign Affairs of Iran Abbas Araghchi (C) and Speaker of the Islamic Parliament of Iran, Mohammed Bagher Ghalibaf (3rdR) arrive for a quadrilateral meeting between the United States, Iran, Pakistan and Qatar a
Menlu Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammed Bagher Ghalibaf pimpin delegasi negosiasi dengan AS di Swiss. Foto: AFP/URS FLUEELER
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan telah menyelesaikan draf mengenai pencabutan sementara sanksi terhadap ekspor minyak Teheran.

Hossein Ghorbanzadeh, seorang anggota tim negosiasi Iran, mengatakan draf tersebut difinalisasi dalam perundingan teknis kesepakatan damai di Swiss pada Minggu (21/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembicaraan teknis tersebut diakhiri dengan finalisasi draf mengenai pelonggaran sementara sanksi yang dikenakan pada ekspor minyak Iran," kata Ghorbanzadeh, seperti dikutip kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim.

Ghorbanzadeh juga menyebut delegasi Iran membahas pencairan aset yang dibekukan AS selama pertemuan dengan delegasi Qatar.

Namun, menurut Ghorbanzadeh, ketentuan-ketentuan lain dari nota kesepahaman (MoU) yang diteken pada Rabu (17/6) lalu "tidak akan berlaku" kecuali serangan Israel di Lebanon dihentikan, demikian dilansir dari Anadolu Agency.

Pada Minggu (21/6), AS dan Iran menggelar pembicaraan di Burgenstock, Swiss, untuk membahas teknis MoU yang diteken kedua presiden pada Rabu.

MoU tersebut mencakup 14 poin kesepakatan, di antaranya perjanjian untuk menghentikan pertempuran di seluruh front, termasuk Lebanon, hingga pencabutan sanksi AS ke Iran serta pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan AS.

Dalam MoU, AS dan Iran juga sepakat untuk membuka kembali Selat Hormuz tanpa biaya apa pun. Pembukaan secara cuma-cuma ini berlaku selama 60 hari, periode ketika kedua negara membahas teknis menuju perjanjian akhir perdamaian.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin (22/6) mengabarkan ada "kemajuan besar" dalam pembicaraan dengan AS.

"Mediasi Pakistan dan Qatar telah menghasilkan kemajuan besar untuk mengakhiri Perang Lebanon," kata Araghchi di media sosial X.

Araghchi mengatakan progres tersebut turut mencakup komitmen AS untuk membebaskan sanksi ekspor minyak terhadap Iran, pencairan sejumlah aset Iran yang dibekukan, serta rencana rekonstruksi Iran dan pembangunan besar-besaran bagi Iran.

(blq/dna) Add as a preferred
source on Google