Trump Pamer Pesawat Baru Air Force One Hadiah dari Qatar

CNN Indonesia
Sabtu, 20 Jun 2026 20:56 WIB
U.S. President Donald Trump gestures as he tours the VC-25B aircraft gifted by Qatar that will be used as Air Force One, at Joint Base Andrews, Maryland, U.S., June 19, 2026. REUTERS/Elizabeth Frantz
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kegirangan memamerkan pesawat kepresidenan baru Air Force One yang dihadiahkan dari Qatar. (REUTERS/Elizabeth Frantz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kegirangan memamerkan pesawat kepresidenan baru Air Force One yang dihadiahkan dari Qatar.

Dia bilang pesawat barunya itu adalah pesawat paling mewah di dunia. Dia pamer panel kayu pada pesawat yang disebut berkualitas tertinggi. Begitu pula dengan bendera di ekor pesawat yang berkibar tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warna-warna di pesawat itu tidak lagi biru telur robin, melainkan tampilan yang dia sebut jauh lebih baik dan sesuai.

Di Pangkalan Gabungan Andrews pada Jumat (19/6), seperti dikutip CNN, Trump tampak lega akhirnya memiliki pesawat yang sesuai dengan keinginannya.

"Semuanya dirancang dengan baik. Itu selera saya, saya akan katakan," katanya kepada kerumunan pilot, yang menyaksikan dia turun dari pesawat baru. "Aku suka warna bendera Amerika, kan?" Itu masuk akal," imbuhnya.

Jet mewah itu dimaksudkan untuk menjembatani jarak antara Boeing 747-200 yang telah terbang sebagai Air Force One sejak 1990, serta dua pesawat baru Boeing yang sedang dimodifikasi dan tidak akan selesai dalam waktu sekitar dua tahun.

Keterlambatan produksi pesawat-pesawat tersebut membuat Trump frustrasi, apalagi ketika ia mendengar pesawat-pesawat itu mungkin tidak akan selesai pada saat masa jabatannya berakhir pada 2029.

Di tengah frustrasi itu, Qatar menyumbangkan jet baru tersebut ke Pentagon tahun lalu. Meski Gedung Putih belakangan mengabaikan pertanyaan etis, hukum, dan keamanan nasional karena menerima hadiah senilai $400 juta dari asing. Angkatan Udara telah bekerja sejak saat itu untuk mempersiapkannya agar dapat digunakan oleh Trump.

Pada pesawat baru Trump, skema warna biru muda yang pertama kali digagas oleh Jacqueline Kennedy dan digunakan pada pesawat kepresidenanAS sejak saat itu telah hilang.

"Kami menyukai warna biru muda itu, tetapi sudah waktunya untuk perubahan," kata Trump.

Sebagai gantinya, badan pesawat kini berwarna biru tua dan putih, yang dihiasi garis-garis merah. Bendera Amerika di bagian ekor sedikit lebih longgar dari sebelumnya.

"Kami menambahkan gelombang di dalamnya," jelas Trump. "Kami selalu menggunakan bentuk yang lurus dan tipis, dan saya tidak pernah menyukainya".

Perubahan-perubahan itu mungkin bukan suatu kebetulan, membuatnya nampak sangat mirip dengan jet pribadi yang telah digunakan Trump selama bertahun-tahun.

Angkatan Udara mengatakan fokus mereka sejak mengakuisisi jet tersebut adalah pada misi di atas estetika, yang menyebabkan sebagian besar tata letak interior kepala negara sebelumnya hanya mengalami sedikit perubahan.

Trump memuji kualitas panel dindingnya. Para wartawan yang mengikuti tur menemukan kursi kulit yang dapat direbahkan sepenuhnya. Dinding dan karpet berwarna krem, dan lampu-lampunya berwarna emas.

Trump berharap dapat menerbangkan pesawat baru itu ke Mount Rushmore menjelang 4 Juli, tepat saat hari ulang tahun ke-250 AS. Pada Hari Kemerdekaan itu, ia mengatakan ingin melihat pesawat itu terbang di atas Gedung Capitol AS.

Namun, di sisi lain, hibah pesawat Trump masih protes karena jet senilai USD400 juta itu angkanya melibihi batas yang dibolehkan.

Namun, Trump menepis kritik tersebut dan dengan mengatakan, bodoh jika menolak tawaran Qatar. Mengutip The Guardian, Juru Bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan bahwa menteri pertahanan telah menerima Boeing 747 dari Qatar sesuai aturan dan peraturan federal.

Meski di sisi lain, biaya renovasi pesawat baru Trump itu mencapai USD1 miliar, dan dirancang hingga dua pesawat Boeing Kepresidenan yang pengirimannya tertunda hingga 2027 dan 2028.

Ditambah lagi, biaya kedua pesawat yang dibuat khusus tersebut telah membengkak dari USD3,7 miliar menjadi USD5 miliar. Trump mengucapkan terimakasih kepada Emir Qatar.

"Dia orang yang fantastis," kata Trump.

(thr/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]