Trump-Presiden Iran Resmi Teken MoU sampai China-Rusia Buka Suara
Momen Presiden Donald Trump dan Presiden Masoud Pezeshkian meneken nota kesepahaman (MoU) untuk menghentikan perang menjadi sorotan pada Kamis (18/6).
Berikut kilas berita internasional:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata-kata Presiden Iran usai Teken Kesepakatan dengan AS
Presiden Iran Masoud Pezeshkian buka suara usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Dalam unggahan di media sosial X, Pezeshkian mengatakan MoU ini adalah dokumen bersejarah, yang mengarah pada perdamaian.
"Ini merupakan dokumen bersejarah dan sebuah pesan dari Iran yang kuat: perdamaian akan tercapai di bawah naungan rasa saling menghormati," tulis Pezeshkian pada Kamis (18/6).
Trump Ikhlas Iran Punya Rudal Balistik: Negara Tetangganya Juga Punya
Presiden Amerika Serikat (AS)Donald Trump mengaku "ikhlas"Iran memiliki dan mengembangkan rudal-rudal balistik.
Dalam pernyataan kepada wartawan di Prancis, Trump mengatakan tak apa-apa bagi Iran untuk memiliki rudal balistik. Sebab, negara-negara tetangganya di Timur Tengah juga memilikinya.
"Jika negara lain punya, agak tidak adil buat mereka (Iran) jika tidak punya juga," kata Trump pada Rabu (17/6), seperti dikutip Reuters.
Respons China hingga Rusia soal Kesepakatan Damai AS dan Iran
China dan Rusia menanggapi nota kesepahaman (MoU) yang baru saja diteken Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Lin Jian mengatakan Beijing menyambut baik MoU tersebut dan berharap kedua negara mengimplementasikan kesepakatan.
"China menyambut baik perkembangan ini dan berharap semua pihak terkait, termasuk AS dan Iran, menjunjung semangat atas perjanjian tersebut dan sungguh-sungguh menghormati komitmen mereka," kata Lin Jian dalam konferensi pers, Kamis (18/6), seperti dikutip AFP.
(rds) Add
as a preferred source on Google


