Puluhan Warga Iran Protes Kesepakatan Damai dengan AS
Puluhan orang demo di luar kantor Kementerian Luar Negeri Iran di sejumlah kota pada Sabtu (13/6). Mereka memprotes ucapan diplomat senior Abbas Araghchi soal penandatanganan kesepakatan damai dengan Amerika Serikat.
Dalam video yang dibagikan kantor berita Fars, para perempuan berkerudung hitam meneriakkan "matilah Araghchi yang tidak terhormat, si penyusup" di depan gedung kantor Kemenlu Iran di Mashhad, sambil mengibarkan bendera merah dan hitam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut AFP, protes ini terjadi setelah kesepakatan damai yang digembar-gemborkan oleh Presiden AS Donald Trump dan mediator Pakistan menghadapi penentangan dari tokoh-tokoh garis keras Iran.
Kelompok tersebut menilai kesepakatan itu tidak melayani kepentingan Iran dan akan menghilangkan pengaruh Teheran atas Selat Hormuz. Mereka juga menuduh para negosiator Iran membuat terlalu banyak konsesi untuk mengamankan kesepakatan.
Dalam wawancara dengan televisi pemerintah pada Jumat (12/6), Araghchi mengatakan kesepakatan yang ada di meja perundingan menyerukan pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, yang diberlakukan sebagai tanggapan atas blokade Iran sendiri di Selat Hormuz.
"Pengelolaan Selat Hormuz tidak akan sama seperti sebelumnya," tambahnya, menyebut jalur air tersebut sebagai salah satu "instrumen pencegahan utama" Iran.
Lihat Juga : |
AFP melaporkan dalam video lain di media sosial yang tidak dapat diverifikasi secara independen menunjukkan orang-orang di depan gedung Kementerian Luar Negeri di Teheran.
Mereka meneriakkan "Araghchi, mundur!" dan "Ghalibaf, mundur!" yang merujuk pada ketua parlemen dan kepala negosiator dari Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.
Presiden AS, Donald Trump, dan Pakistan pada Sabtu (13/6) mengatakan kesepakatan untuk mengakhiri perang dapat ditandatangani paling cepat pada Minggu, (14/6). Namun Teheran lebih berhati-hati mengenai waktu teken tersebut.
(afp/end) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

