Venezuela Konfirmasi Bos Gangster Aragua Tewas dalam Serangan AS

CNN Indonesia
Sabtu, 13 Jun 2026 12:35 WIB
An anti-government demonstrator waves a Venezuelan national flag in front of the Parque Cristal building in eastern Caracas during a day of vigils and prayers called by opposition leader and self-proclaimed interim president Juan Guaido, on May 5, 20
Venezuela mengonfirmasi bos gangster Tren de Aragua (TdA), Nino Guererro, tewas dalam operasi gabungan militer negara ini dengan Amerika Serikat (AS). (Foto: AFP Photo/Juan Barreto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Venezuela mengonfirmasi bos gangster Tren de Aragua (TdA), Nino Guererro, tewas dalam operasi gabungan militer negara ini dengan Amerika Serikat (AS).

"Terjadi bentrokan dengan anggota struktur kriminal ini, di mana Hector Rusthenford Guerrero Flores alias Nino Guerrero, berhasil dilumpuhkan," demikian pernyataan resmi Kementerian Komunikasi Venezuela pada Jumat (12/6), dikutip AFP.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengatakan AS telah meluncurkan serangan mematikan terhadap gangster itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Atas arahan saya, Komando Selatan Amerika Serikat melancarkan serangan mematikan dan berhasil mengeksekusi Nino Guerrero," tulis Trump di platform Truth Social.

Trump juga mengatakan keberhasilan militer AS tidak luput dari bantuan pemerintah Venezuela.

"Dengan demikian, teroris Tren de Aragua tidak lagi memiliki tempat berlindung yang aman di Venezuela atau di tempat lain," imbuh dia.

Pemerintahan Trump telah menetapkan Tren de Aragua sebagai organisasi teroris asing, yang dikenal brutal dan kejam. Mereka dilaporkan aktif di Peru, Kolombia, hingga Chili.

Pada Desember, jaksa federal di New York Jay Clayton mengajukan dakwaan pemerasan, perdagangan narkoba, dan senjata api terhadap geng itu.

"TdA telah melakukan banyak tindakan kekerasan, pemerasan, dan perdagangan narkoba di seluruh Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Eropa," kata Clayton.

(isa/pta) Add as a preferred
source on Google