Netanyahu Ikut Campur Deal AS-Iran, Tuntut Trump Pastikan Ini
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memastikan bahwa Iran tak lagi menjadi ancaman bagi Israel.
Permintaan itu disampaikan Netanyahu saat berbincang dengan Trump mengenai kesepakatan yang sedang dibuat antara Washington dan Teheran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun Israel bukan pihak dalam nota kesepahaman tersebut, Perdana Menteri menyampaikan apresiasinya atas komitmen Presiden Trump bahwa perjanjian akhir pada kesimpulan negosiasi akan mencakup penghapusan material (uranium) yang diperkaya, pembongkaran infrastruktur pengayaan (uranium), pembatasan produksi rudal, dan penghentian dukungan Iran terhadap proksi terorisnya di kawasan," demikian pernyataan kantor Netanyahu, seperti dikutip media Israel Yedioth Ahronoth.
Menurut kantor berita Iran Fars, para pejabat Teheran tampaknya akan menyetujui kesepakatan tersebut setelah AS menerima teks usulan Iran. Meski begitu, belum ada pernyataan resmi dari Iran mengenai kesepakatan ini.
Media Israel Channel 12 sebelumnya melaporkan bahwa para pejabat Israel terkejut usai Trump menulis di Truth Social bahwa ia membatalkan rencana menyerang Iran.
CNN, mengutip seorang sumber Israel, menyebut keputusan Trump ini mengagetkan Netanyahu, yang saat itu sedang berada di tengah diskusi keamanan tentang Iran.
"Israel tidak mengetahui adanya kesepakatan yang akan segera tercapai dengan Iran atau persetujuan apa pun terhadap kesepakatan tersebut," kata sumber tersebut.
Pada Kamis (11/6) pagi, Trump sempat mengancam akan menyerang Iran besar-besaran dan merebut Pulau Kharg, infrastruktur minyak utama Teheran. Namun, beberapa jam kemudian, Trump menyampaikan ia membatalkan rencana tersebut karena "poin-poin akhir" pembicaraan sudah disetujui semua pihak.
"Berdasarkan fakta bahwa diskusi dengan Republik Islam Iran telah dibawa ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan disetujui, saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, memutuskan membatalkan serangan dan pemboman yang dijadwalkan malam ini terhadap Iran," tulis Trump, seperti dikutip Anadolu Agency.
Meski begitu, Trump memastikan blokade angkatan laut AS di pelabuhan Iran akan tetap berlaku hingga semua masalah tuntas.
Waktu dan tempat penandatanganan kesepakatan juga disebut akan dikabarkan di waktu mendatang.
(blq/dna) Add
as a preferred source on Google
