Bom Israel Hantam Area Rumah Sakit di Lebanon, 10 Perawat Jadi Korban

CNN Indonesia
Kamis, 11 Jun 2026 21:40 WIB
First responders extinguish a fire at the site of an Israeli strike that hit near a hospital in the southern Lebanese city of Tyre on June 1, 2026. Lebanon said an Israeli strike hit near a hospital in the southern city of Tyre on June 1 as the healt
Ilustrasi. Serangan udara Israel menghantam bangunan permukiman di Kota Tyre, Lebanon, menewaskan satu orang dan melukai 17 lainnya, termasuk tenaga medis. (AFP/KAWNAT HAJU)
Jakarta, CNN Indonesia --

Serangan udara Israel menghantam sebuah bangunan permukiman yang berada di dekat rumah sakit di Kota Tyre, Lebanon selatan, pada Kamis (11/6).

Insiden tersebut menewaskan satu orang dan menyebabkan sedikitnya 17 lainnya mengalami luka-luka.

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan, korban luka termasuk 10 tenaga rumah sakit, di antaranya perawat, yang terluka akibat pecahan kaca dan puing-puing yang beterbangan saat ledakan terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan itu juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas rumah sakit. Beberapa ruang gawat darurat serta kamar pasien dilaporkan terdampak akibat kuatnya ledakan yang mengguncang area sekitar.

Dikutip Aljazeera dari kantor berita Lebanon NNA, bangunan yang menjadi sasaran serangan merupakan gedung permukiman yang berlokasi tidak jauh dari fasilitas kesehatan tersebut. Hingga kini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai identitas korban tewas maupun kondisi para korban luka.

Kerusakan yang ditimbulkan menambah kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil dan layanan kesehatan di wilayah Lebanon selatan yang dalam beberapa waktu terakhir kerap menjadi lokasi ketegangan dan serangan lintas perbatasan.

Pihak berwenang Lebanon masih melakukan pendataan terhadap korban serta menilai tingkat kerusakan akibat serangan tersebut.

Sementara itu, belum ada pernyataan resmi dari militer Israel terkait insiden yang terjadi di Kota Tyre tersebut.

(tim/isn) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]