Menara Komunikasi Iran Dekat Hormuz Hancur Dirudal AS

CNN Indonesia
Rabu, 10 Jun 2026 08:46 WIB
This handout photo released by Iran's Revolutionary Guards Corps (IRGC)'s official website Sepanews on February 17, 2026, shows a rocket being fired during a military exercise by members of the IRGC and navy in the Strait of Hormuz. (Photo by SEPAH N
Ilustrasi. Sistem pertahanan udara hingga menara komunikasi Iran jadi sasaran serangan terbaru AS pada Selasa (9/6). Foto: AFP/-
Jakarta, CNN Indonesia --

Tiang menara telekomunikasi dan dua tangki air Iran hancur, imbas serangan yang diluncurkan Amerika Serikat pada Selasa (9/6) waktu setempat.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) juga mengeklaim serangan mereka telah menargetkan sistem pertahanan udara, stasiun pengendalian, dan situs radar pengawasan Iran di dekat Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CENTCOM mengatakan serangan dimulai pukul 5 sore waktu setempat, dan misi tersebut merupakan "respons" proporsional terhadap agresi Iran".

Korps Garda Revolusi Iran menyebut AS sebagai negara penghasut perang, telah menyerang beberapa kota Iran pagi ini.

"Rezim AS penghasut perang menyerang beberapa titik di Jask, Sirik, dan Qeshm, merusak tiang telekomunikasi di Sirik dan menghancurkan dua tangki air di kota itu," demikian pernyataan IRGC, dikutip AFP.

"Sebagai tanggapan atas tindakan kejam musuh, pesawat tempur Angkatan Laut IRGC melancarkan serangan pesawat tak berawak terhadap Angkatan Laut ke-5 AS di bahrain," imbuh IRGC.

Saling serang terbaru antara Iran dan AS terjadi, setelah Presiden Donald Trump menuduh Teheran menembak jatuh helikopter tempur Apache AS yang sedang berpatroli di Selat Hormuz.

Meski demikian Trump mengeklaim dua awak helikopter itu selamat.

Militer AS menggunakan helikopter Apache, drone MQ-9 Reaper, dan pesawat tempurF/A-18 dan F-25, untuk menentang penutupan Selat Hormuz oleh Iran beberapa waktu lalu.

Iran sejauh ini telah menembak jatuh sekitar 30 drone Reaper tak berawak, sementara sejumlah jet tempur AS juga hilang akibat tembakan musuh sejak perang pada 28 Februari lalu.

(dna) Add as a preferred
source on Google