Trump Tuduh Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS Patroli di Hormuz

CNN Indonesia
Rabu, 10 Jun 2026 06:40 WIB
US President Donald Trump gestures as he speaks before signing a proclamation to revive the Presidential Fitness Test Award, a competitive school-based fitness program, in the Oval Office of the White House in Washington, DC on May 5, 2026. (Photo by
Trump tuduh Iran tembak jatuh helikopter Apache Angkatan Darat AS saat patroli di Selat Hormuz. Foto: Kent NISHIMURA / AFP
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump menuduh Iran menembak jatuh helikopter Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat yang sedang berpatroli di Selat Hormuz pada Senin (8/6).

"Saya baru saja diberitahu oleh militer kami bahwa tadi malam Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache kami yang sangat canggih, saat berpatrolid di Selat Hormuz," tulis Trump di media sosial.

"AS harus merespons ini," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak lama usai melontarkan tuduhan tersebut, militer AS langsung melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Iran di dekat Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya militer AS menyebut serangan dimulai Selasa (9/6) pukul 5 sore waktu setempat, dan misi tersebut merupakan "respons" proporsional terhadap agresi Iran".

Media pemerintah Iran melaporkan serangan terjadi di Pulau Qeshm di Selat Hormuz, dan sebuah proyektil dipastikan mengenai kota pelabuhan Sirik di selat tersebut.

Sebelumnya dalam pernyataan terpisah, Trump mengeklaim dua awak Apache berhasil selamat.

Presiden Donald Trump sendiri mengatakan bahwa awak helikopter dalam keadaan baik. Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut, namun mengatakan laporan resmi insiden tersebut akan segera dirilis secara resmi.

Militer AS menggunakan helikopter Apache, drone MQ-9 Reaper, dan pesawat tempurF/A-18 dan F-25, untuk menentang penutupan Selat Hormuz oleh Iran beberapa waktu lalu.

Iran sejauh ini telah menembak jatuh sekitar 30 drone Reaper tak berawak, sementara sejumlah jet tempur AS juga hilang akibat tembakan musuh sejak perang pada 28 Februari lalu.

Namun ini akan menjadi insiden pertama yang melibatkan Apache dalam konflik tersebut.

Helikopter tempur AH-64 Apache, yang dipersenjatai dengan rudal Hellfire, adalah salah satu jenis pesawat paling menakutkan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Apache diterbangkan untuk berpatroli di jalur perairan strategis tersebut sebagai bagian untuk mencegah serangan kapal kecil dan menembak jatuh drone.

(dna) Add as a preferred
source on Google