Terjebak di Celah Es Hampir Sepekan, Ini Kondisi Pemandu Everest

CNN Indonesia
Senin, 08 Jun 2026 17:03 WIB
Pemandu asal Nepal, Dawa Sherpa, terjebak di celah es Gunung Everest selama nyaris sepekan.
Pemandu asal Nepal, Dawa Sherpa, terjebak di celah es Gunung Everest selama nyaris sepekan. (AFP/THIBAUT MAROT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemandu asal Nepal, Dawa Sherpa, terjebak di celah es Gunung Everest selama nyaris sepekan.

Dia bertahan hidup dengan mengunyah es dan cokelat di saku bajunya. Dawa mengaku dirinya tak hilang tetapi terpaksa bertahan saat oksigen yang dibawa habis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat oksigen habis, saya tak bisa berjalan. Saya tak makan apa pun selama dua hari pertama," kata Dawa kepada BBC, Minggu (7/6).

"Lalu, saya mulai mengunyah es. Gigi saya sakit. Saya mengunyah es dengan keras," imbuh dia.

Di tengah kesulitan itu, Dawa menemukan cokelat di sakunnya, dan berhasil mendapatkan sedikit es yang mencair untuk diminum.

Dua orang yang mengetahui cerita Dawa mengatakan pemandu itu berusaha turun perlahan tapi jatuh ke celah es. Selama dua hari, dia terjebak dan tak bisa menemukan jalan keluar.

Tiba-tiba ada longsoran salju jatuh ke celah dan memberinya harapan. Dawa lalu berhasil keluar dari celah dan menemukan tali untuk bergerak turun.

Kronologi ditemukan

Dawa Sherpa terakhir terlihat menuruni gunung sekitar tanggal 29 Mei, tapi dia tak pernah sampai ke base camp meski kliennya lebih dulu di sana.

Lalu enam hari kemudian, Dawa ditemukan pendaki yang hendak membersihkan sampah-sampah di gunung pada 4 Juni pagi di sekitar air Terjun Es khumbu. Ia terlihat berusaha menuruni gunung.

Dawa lalu bergegas dibawa ke tempat aman dan diberi makan hingga air. Dia juga dilarikan ke rumah sakit di Kathmandu untuk mendapat perawatan intensif.

"Kami pertama kali mendengar bahwa dia masih hidup dari berita lokal dan dari seseorang yang kami kenal yang menelepon dengan kabar bahwa dia sedang dievakuasi," kata istrinya, Damu Sherpa, dikutip NBC News.

Anak Dawa, Mendo Lhamu Sherpa, sampai-sampai tak percaya bahwa sang ayah masih hidup.

Meski hilang sejak pekan lalu, ada keterlambatan dalam mengorganisir pencarian. Keluarganya sudah pasrah.

"Saat pertama mendengar [penyelamatan] itu, kami tak yakin apakah orang itu benar-benar ayah kami," kata Mendo Lhamu.

"Jadi untuk memastikan, kami meminta agar foto-foto dikirimkan, dan barulah kami yakin dan sangat bahagia," ujar dia.

Tim yang menemukan Dawa adalah bagian Komite Pengendalian Polusi Sagarmatha. Mereka juga lah yang memasang tangga dan tali di jalur pendakian di setiap awal musim pendakian dan membersihkan lokasi setelah para pendaki pulang.

(isa/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]