Polisi Sita Ribuan Kecoak Raksasa Rp2,5 M, Ada Sebesar Telapak Tangan

CNN Indonesia
Senin, 08 Jun 2026 16:00 WIB
Kecoak raksasa dari Madagaskar.
Kecoak raksasa dari Madagaskar. (AFP/HANDOUT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi Australia menyita lebih dari 100.000 kecoak dari peternak di New South Wales senilai AUS$200 ribu atau sekitar Rp2,5 miliar.

Beberapa yang disita sebesar ukuran telapak tangan orang dewasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyitaan tersebut mencakup kecoak mendesis Madagaskar dan kecoak dubia. Keduanya tak bisa diimpor secara legal ke Australia, dipelihara, dikembangbiakkan, atau dijual.

"Kami melihat ada penangkaran dan perdagangan ilegal kecoak eksotis dan kami memberi peringatan ke bisnis hewan peliharaan serta pemiliknya," kata juru bicara Departemen Perubahan Iklim, Energi, Lingkungan, dan Air Australia (DCCEEW), dkutip ABC, Minggu (7/6).

Dia lalu berujar, "Jika Anda kedapatan memiliki, mengembang biakkan, atau memperdagangkan kecoa eksotis seperti kecoa dubia dan kecoa mendesis Madagaskar, kecoa tersebut akan disita dan Anda bisa menghadapi sanksi berdasarkan hukum federal."

Kecoak, kata jubir itu, bisa menyebarkan penyakit hingga merusak satwa liar asli dan pertanian.

Setelah disita, Departemen Industri Primer dan Pembangunan Regional New South Wales bakal memusnahkan kecoak-kecoak ini.

Kecoa mendesis Madagaskar adalah salah satu spesies kecoak terbesar di dunia.

Jubir itu lalu mengatakan para pemilik reptil yang selama ini menggunakan kecoa dubia sebagai pakan disarankan untuk mencari alternatif legal seperti jangkrik dan kecoak.

Penangkap ular Bathurst, Stefanie Lesser, telah melihat invertebrata ilegal tersebut dijual secara online sebagai makanan reptil.

"Orang-orang memang memilikinya karena ukurannya besar, kira-kira sebesar telapak tangan Anda," kata dia.

"Mungkin cara ini lebih hemat biaya, daripada memberi makan setiap kadal tiga atau empat buah kayu, yang ukurannya cukup kecil, Anda bisa memberi mereka satu saja." imbuh Lesser.

(isa/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]