Wamen Haji Cabut Tanda Kaveling KBIHU di Tenda Jemaah RI di Arafah

CNN Indonesia
Jumat, 22 Mei 2026 18:37 WIB
Wakil Menteri Haji dan Umrah Indonesia Dahnil Anzar Simanjuntak mencabut penanda yang dipasang KBIHU di sejumlah tenda jemaah haji di Arafah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Indonesia Dahnil Anzar Simanjuntak mencabut penanda yang dipasang KBIHU di sejumlah tenda jemaah haji di Arafah.. (web haji.go.id)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Haji dan Umrah Indonesia Dahnil Anzar Simanjuntak mencabut penanda yang dipasang Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di sejumlah tenda jemaah haji di Arafah, Arab Saudi.

Dalam video yang beredar di media sosial, Dahnil mengatakan penanda itu ilegal dan mewanti-wanti KBIH yang melanggar aturan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kan ilegal, kan sudah ada standarnya, kan sudah ada. KBIH yang bandal kami copot izinnya kami copot," kata dia.

Di video lain, Dahnil menunjukkan kerta yang tertempel berisi tulisan "KLOTER 10 PLM JAMAAH HAJI KBIHU AL-MUHAJIRIN."

Dahnil lalu mengatakan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf sudah berulang kali menyampaikan KBIH yang tak mengikuti aturan pemerintah agar dicabut saja izin mereka.

Banner Microsite Haji 2026

Irfan, Dahnil, hingga Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar meninjau tenda di Arafah untuk jemaah haji pada Kamis sore.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, terdapat tempelan nama kloter serta tulisan KBIUH di tenda yang dikelola syarikah Rakeen dan Duyuful Bait.

Lembaran yang terpampang di pintu masuk juga tampak mencantumkan logo syarikah untuk membuat penanda itu terkesan resmi.

Musim Haji tahun ini jatuh pada Mei dan akan mencapai puncaknya pada 26 Mei 2026 atau 9 Zulhijah 1447 hijriah.

Tiap tahun, jutaan calon jemaah haji mengunjungi Saudi untuk melaksanakan rukun Islam yang ke lima. Tiap tahun pula, kerajaan meningkatkan atau mengupgrade fasilitas agar para jemaah bisa beribadah dengan nyaman.

(isa/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]