Menteri Israel Unggah Video Relawan Flotilla Dijambak-Dipaksa Berlutut
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir mengunggah video relawan Global Sumud Flotilla (GSF) dijambak dan dipaksa berlutut oleh tentara Israel (IDF).
Dalam video yang diunggah di akun X pribadi Ben-Gvir, terlihat petugas menjambak seorang perempuan, sementara puluhan relawan lainnya dalam posisi berlutut bahkan bersujud dengan tangan terikat ke belakang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selamat datang di Israel," tulis Ben Gvir dalam keterangan video. Dia juga tampak tertawa-tawa dan mengibarkan bendera Israel.
Di rekaman itu pula terlihat beberapa relawan ditarik dan diseret secara paksa.
Video tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak termasuk Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar. Dia menilai menteri keamanan itu dengan sengaja merugikan negara dalam pertunjukan yang "memalukan."
"Anda telah menghancurkan upaya luar biasa, profesional, dan sukses yang sudah dilakukan begitu banyak orang, dari tentara IDF hingga staf Kementerian Luar Negeri dan banyak lain," kata Sa'ar di X.
Dia lalu berujar, "Tidak, Anda bukanlah wajah Israel."
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni juga mengecam perlakuan ke para aktivis armada GSF yang ditahan Israel. Dia menyerukan pembebasan segera semua warga negara Italia yang ditahan dan menuntut permintaan maaf dari Israel.
"Tak bisa ditoleransi para pengunjuk rasa ini, yang di antaranya banyak warga negara Italia, diperlakukan seperti ini, yang melanggar martabat manusia," kata Meloni.
Pasukan Israel menyerang dan mencegat armada kapal GSF di perairan internasional dalam beberapa hari terakhir. Mereka menahan ratusan relawan termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ikut berlayar untuk menerobos blokade Israel.
Menurut informasi terakhir saat ini 430 relawan GSF telah ditangkap dan dibawa ke Pelabuhan Ashdod di selatan Israel pada Rabu (20/5).
Lihat Juga : |
Kementerian Luar Negeri Israel dalam pernyataannya mengatakan menolak operasi GSF, yang dianggap sebagai aksi untuk "melayani gerakan Palestina Hamas".
"Ke-430 aktivis telah dipindahkan ke kapal-kapal Israel dan sedang menuju Israel, di mana mereka dapat bertemu dengan perwakilan konsuler mereka," kata seorang juru bicara Kemlu Israel.
Armada GSF berlayar dari Turki pekan lalu, dalam upaya terbaru untuk menembus blokade Israel terhadap Palestina. Sekitar 50 kapal berlayar dari Turki barat daya pada Kamis (14/5).
Saat ini ada sembilan warga negara Indonesia (WNI), yang menjadi bagian dari armada GSF, telah ditangkap oleh Israel. Indonesia mengecam penangkapan itu dan mendesak Israel segera membebaskan semua WNI.
(isa/dna) Add
as a preferred source on Google


