Mengenal Imam Masjid San Diego yang Marah soal Penembakan Massal

CNN Indonesia
Rabu, 20 Mei 2026 17:11 WIB
Imam Taha Hassane speaks at a vigil for victims and families of a shooting at the Islamic Center of San Diego, California, on May 19, 2026, a day after the attack. A shooting at a mosque complex in California on May 18, 2026 killed three people, with
Imam Masjid San Diego Islamic Center Taha Hassane. (AFP/ZOE MEYERS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peristiwa penembakan di Komplek Masjid San Diego, Caifornia, Amerika Serikat yang menewaskan lima orang termasuk dua pelaku mendapat kecaman banyak pihak.

Bahkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi insiden penembakan di San Diego Islamic Center pada Senin (18/5) sebagai peristiwa "mengerikan".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua tersangka juga ditemukan tewas di dalam mobil yang berjarak beberapa blok dari lokasi kejadian. Polisi meyakini keduanya tewas akibat bunuh diri.

Walikota San Diego, Todd Gloria, menekankan bahwa "kebencian tidak memiliki tempat" di kota tersebut.

"Saya ingin meyakinkan komunitas Muslim bahwa kami akan melakukan segala upaya untuk memastikan Anda merasa aman di kota ini, dan tidak ada sumber daya yang akan dihemat untuk memastikan lembaga dan lokasi keagamaan kita terlindungi di masa yang sensitif ini," ucapnya.

Sementara Direktur San Diego Islamic Center Imam Taha Hassane mengecam keras penembakan ini.

"Sangatlah keterlaluan menargetkan tempat ibadah," ujarnya.

Dalam jumpa pers tak lama setelah peristiwa penembakan, dia mengatakan, "Kita belum pernah mengalami tragedi seperti ini sebelumnya. Dan saat ini yang bisa saya katakan hanyalah mengirimkan doa dan solidaritas kami. Dengan semua keluarga di komunitas kami di sini. Dan juga, masjid-masjid lain dan semua tempat ibadah di kota kita yang indah ini harus selalu dilindungi. Ini sangat keterlaluan. Menargetkan tempat ibadah."

Ia menegaskan penembakan massal ke San Diego Islamic Center merupakan kejahatan luar biasa terhadap komunitas muslim di AS.

"Islamic Center kami adalah tempat ibadah. Orang-orang datang ke Pusat Islam untuk berdoa, untuk merayakan, untuk belajar. Tidak hanya Muslim, tetapi kami memiliki orang-orang dari semua lapisan masyarakat. Baru pagi ini, sekelompok orang non-Muslim datang. Hanya untuk belajar tentang iman dan budaya kami. Jadi ini adalah sesuatu yang tidak pernah kami duga. Dan saya juga ingin berterima kasih kepada semua orang yang menghubungi kami dari seluruh negeri dan bahkan dari luar negeri. Untuk menyampaikan belasungkawa dan menanyakan apakah ada yang dapat mereka lakukan untuk membantu. Dan saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak berwenang setempat, Departemen Kepolisian San Diego, FBI, dan seluruh departemen sheriff, serta walikota kami karena telah hadir dan menunjukkan solidaritas kepada kami," kata Hassane.

Banner Microsite Haji 2026

Taha Hassane?

Laman San Diego Islamic Centre (ISCD) memuat, Imam Taha bergabung dengan ICSD pada September 2004 dari Yayasan Pemuda Muslim Colorado tempat ia bertugas sebagai instruktur pemuda. Ia lulus dari Institut Studi Islam di Universitas Aljir, Aljazair, dan bertugas sebagai guru sekolah menengah dan Imam di Ténès, Aljazair, selama sepuluh tahun sebelum datang ke Amerika Serikat.

Imam Taha juga memiliki gelar Magister Teologi dalam Studi Islam dari Graduate Theological Foundation di South Bend, Indiana. Selain tugas rutinnya di ICSD, Imam Taha juga pendakwah dan dosen di berbagai Pusat Islam, sekolah, perguruan tinggi, dan Gereja di seluruh AS dan luar negeri.

Ia juga sebagai penasihat keagamaan Asosiasi Mahasiswa Muslim di Universitas California, San Diego dan Anggota dari Dialog Katolik-Muslim Pantai Barat dan Nasional.

Hassane tercatat pula sebagai Ketua Dewan Penasihat Muslim Amerika Departemen Kepolisian San Diego dan Anggota Dewan Penasihat Antar Agama Kantor Kejaksaan Distrik San Diego, Relawan Pendeta di Penjara & Rumah Sakit San Diego

Hassane juga mendapat banyak penghargaan dalam kaitannya dengan relasi Muslim dan warga AS seperti Penghargaan Voices of Justice 2010 dari Interfaith Center for Worker Justice, Penghargaan Kepemimpinan Komunitas & Advokasi Keadilan Sosial 2011 dari Komite Muslim Amerika (CAIR) San Diego, dan Penghargaan Kontribusi Luar Biasa Tahun 2014 dari Dewan Muslim India-Amerika.

Ia juga pernah mendapat Penghargaan Tokoh Perdamaian Utama 2015 di San Diego oleh Rotary Club of La Jolla, Penghargaan Spirit Award 2015 dari Somali Family Services, Penghargaan Semangat Pelayanan 2016 dari Interfaith Shelter Network, Penghargaan Perdamaian The Sultan & The Saint 2017 dari Unity Productions Foundation, dan Penghargaan Penggerak Perubahan Dewan Syura Islam California Selatan 2018.

(imf/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]