Ibu Terduga Tersangka Telepon Polisi Sebelum Penembakan di San Diego
Sebelum terjadinya penembakan di Masjid Islamic Center of San Diego, California, Amerika Serikat, Senin (18/5), polisi setempat telah menerima peringatan dari seorang ibu.
Ibu yang tidak disebutkan namanya itu memperingatkan polisi San Diego bahwa putranya yang masih remaja dan seorang temannya telah mengambil beberapa senjata api dari rumahnya pada hari Senin, dua jam sebelum aksi penembakan mematikan di sebuah masjid terdekat, seperti dilaporkan laman the New York Times.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak dua tersangka penembak, termasuk putra ibu tersebut, ditemukan tewas di dalam mobil di dekat lokasi kejadian, kata polisi.
Dalam serangan tersebut tiga pria tewas termasuk seorang petugas keamanan yang menurut pejabat telah mencegah pembantaian yang lebih mematikan di masjid tersebut, Pusat Islam San Diego.
Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, mengatakan dalam konferensi pers bahwa para tersangka tampaknya tewas akibat luka tembak yang mereka lakukan sendiri.
Menurut dua pejabat penegak hukum yang diberi informasi tentang masalah ini tetapi tidak berwenang untuk membagikan detailnya kepada publik, para penyidik menemukan tulisan anti-Islam di dalam mobil tersebut.
Kata-kata "ujaran kebencian" tertulis di salah satu senjata api yang digunakan dalam serangan itu, kata kedua pejabat tersebut, dan salah satu tersangka telah meninggalkan surat wasiat.
Pernyataan komunitas muslim AS
Sementara pengurus komunitas Islam San Diego lewat laman ICSD, meminta komunitas Muslim AS untuk saling mendoakan dan berterimakasih kepada aparat.
Berikut pernyataan lengkap komunitas muslim AS:
"Saat ini, aparat penegak hukum telah mengamankan area tersebut, dan ancaman langsung telah dinetralisir. Kami terus bekerja sama dengan Departemen Kepolisian San Diego, FBI, dan petugas tanggap darurat karena investigasi masih berlangsung.
Kami meminta komunitas kami untuk mendoakan para korban, keluarga mereka, dan semua yang terkena dampak. Ini adalah hari yang sangat menyakitkan dan traumatis bagi jemaat kami, siswa, staf, dan komunitas San Diego yang lebih luas.
Kami sangat berterima kasih kepada petugas tanggap darurat, petugas keamanan, dan pemimpin komunitas yang bertindak cepat selama krisis ini. Keberanian dan profesionalisme mereka membantu melindungi nyawa selama situasi yang tak terbayangkan.
Keselamatan komunitas kami tetap menjadi prioritas utama kami. Konseling, sumber daya pendukung, dan informasi terbaru akan dibagikan kepada komunitas seiring tersedianya informasi.
Dengan hormat, kami meminta komunitas dan media untuk menghindari spekulasi sementara pihak berwenang menyelesaikan penyelidikan mereka. Informasi resmi harus diandalkan dari penegak hukum yang terverifikasi dan saluran komunikasi ICSD.
Tempat ibadah dimaksudkan sebagai ruang kedamaian, doa, refleksi, dan kebersamaan. Kekerasan dan kebencian tidak memiliki tempat di masyarakat kita.
Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada yang terluka, rahmat kepada mereka yang kehilangan nyawa, dan kekuatan kepada semua orang yang terdampak oleh tragedi ini."
(imf/bac) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]



