Iran Respons Proposal Damai AS, Ngotot Ogah Lepas Uranium

CNN Indonesia
Senin, 18 Mei 2026 18:45 WIB
Iran mengaku telah menanggapi proposal damai dari AS, namun menegaskan tidak akan melepaskan uranium.
Ilustrasi. Iran sebut sudah balas proposal damai AS, tapi ogah serahkan uranium. Foto: Kena Betancur / AFP
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran menyatakan telah menanggapi proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang yang dimulai sejak 28 Februari. Dalam tanggapan tersebut, Iran menyatakan enggan melepas uranium yang diperkaya. 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan pemerintah sudah menyerahkan "14 poin" tuntutan melalui mediator konflik Pakistan.

"Diskusi tentang pengayaan uranium telah berulang kali diangkat selama dua tahun terakhir, tetapi Iran secara konsisten mempertahankan bahwa hal itu tidak memiliki dasar untuk dipertimbangkan kembali," demikian laporan media semi pemerintah Iran, Tasnim News Agency, mengutip Baghaei, Senin (18/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Baghaei hak uranium Iran sesuai perjanjian Non Proliferasi Nuklir (NPT) dan tidak memerlukan validasi dari pihak lain mana pun.

"Iran akan teguh pada pendirian prinsipilnya di setiap tahap proses tersebut," lanjut dia.

Baghaei lantas mengungkapkan isu hak asasi manusia bukan topik yang bisa dinegosiasikan, begitu juga dengan hak pengayaan uranium Iran.

Dia juga membela persyaratan Iran supaya AS membayar ganti rugi perang yang dimulai Amerika Serikat beserta sekutunya Israel. Menurut jubir itu konflik tersebut "ilegal dan tidak berdasar".

Mengenai kemungkinan konfrontasi militer lain, Baghaei mengatakan "Iran sepenuhnya siap untuk segala kemungkinan".

Akhir pekan lalu, AS dilaporkan menyampaikan daftar lima poin, termasuk mendesak Iran hanya mengoperasikan satu situs nuklir dan mentransfer persediaan uranium yang diperkaya tinggi ke Washington.

Di sisi lain, AS menolak untuk melepaskan "bahkan 25 persen" aset Iran yang dibekukan. Mereka juga menolak ganti rugi apapun atas perang yang ditimbulkan, sebagaimana tuntutan Teheran, demikian dikutip AFP. AS menegaskan hanya akan menghentikan permusuhan saat Iran terlibat dalam negosiasi perdamaian formal.

Di proposal sebelumnya, yang dikirim pekan lalu, Iran menyerukan penghentian perang di semua lini, termasuk operasi Israel di Lebanon, dan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Selain itu, mereka juga menyerukan pencabutan semua sanksi AS terhadap Teheran dan pembebasan aset-asetnya yang dibekukan di luar negeri.

AS, Iran, dan mediator saat ini tengah mengupayakan negosiasi untuk mengakhiri perang. Mereka sempat menggelar perundingan di Islamabad pada awal April.

Namun, perundingan itu berakhir buntu. AS ingin Iran mengakhiri program nuklirnya, tetapi Teheran menolak mentah-mentah.

(isa/dna) Add as a preferred
source on Google