Kevin Warsh Resmi Jadi Ketua The Fed, Gantikan Jerome Powell

CNN Indonesia
Kamis, 14 Mei 2026 18:45 WIB
Kevin Warsh resmi menjabat sebagai ketua ke-17 Federal Reserve atau The Fed menggantikan Jerome Powell.
Kevin Warsh resmi menjabat sebagai ketua ke-17 Federal Reserve atau The Fed menggantikan Jerome Powell. AFP PHOTO/Paul J. Richards
Jakarta, CNN Indonesia --

Kevin Warsh resmi menjabat sebagai ketua ke-17 bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve atau The Fed menggantikan Jerome Powell.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Senat Amerika Serikat pada Rabu (13/5). Warsh resmi menggantikan Powell yang masa jabatan delapan tahunnya ditandai oleh beberapa krisis ekonomi dan konflik sengit dengan Gedung Putih untuk mempertahankan independensi The Fed.

Warsh terpilih dengan perolehan suara 54-45. Dikutip dari CNN, ini adalah pemungutan suara yang paling sarat dengan unsur partisan dalam sejarah untuk calon ketua The Fed.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini menunjukkan ketidaknyamanan di kalangan Partai Demokrat terhadap upaya Trump untuk melawan The Fed, meskipun Partai Republik secara umum menyambut baik kepemimpinan Warsh.

Warsh dipandang luas lebih sejalan dengan Trump, yang telah lama menuntut penurunan suku bunga.

Warsh mengambil alih jabatan di tengah tekanan inflasi yang menguat akibat perang AS-Israel dengan Iran. Inflasi melonjak ke level tertinggi dalam tiga tahun pada April, dan kini melampaui pertumbuhan upah.

Kondisi ini mempersulit harapan untuk pemotongan suku bunga cepat, dengan para investor kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah sepanjang sisa tahun, atau bahkan menaikkannya jika inflasi memburuk.

Prospek itu kemungkinan akan membuat frustasi Trump, yang bahkan pernah bercanda awal tahun ini bahwa ia akan menggugat The Fed jika suku bunga tidak dipangkas.

Sebagai ketua, Warsh diperkirakan akan membawa sejumlah perubahan di dalam institusi tersebut. Ia telah mengusulkan pengurangan ukuran neraca The Fed senilai US$6,7 triliun, koordinasi lebih erat dengan Departemen Keuangan, pengurangan jumlah rapat kebijakan dari delapan menjadi hanya empat per tahun, lebih sedikit konferensi pers, pengurangan jumlah pegawai di kantor pusat Washington, dan mengurangi frekuensi pemberian sinyal arah suku bunga.

Sebelum resmi ditetapkan memimpin The Fed, proses terpilihnya Warsh tidak berjalan mulus. Pencalonan tersebut sempat terhambat oleh Senator Republik dari North Carolina, Thom Tillis, yang menuntut Departemen Kehakiman menghentikan penyelidikan terhadap Powell terkait kesaksiannya kepada Kongres soal pembengkakan biaya renovasi gedung The Fed.

Penyelidikan tersebut memicu kekhawatiran bahwa pemerintahan Trump sedang berupaya menggerogoti independensi The Fed.

Powell menolak keras penyelidikan tersebut sebagai bentuk politisasi, menyebutnya sebagai konsekuensi dari "ancaman dan tekanan yang sedang berlangsung" dari pemerintahan Trump.

Penyelidikan itu akhirnya dihentikan, meski jaksa Jeanine Pirro menyebut kemungkinan membukanya kembali jika ada temuan baru.

Rapat pertama Warsh sebagai ketua The Fed dijadwalkan pada 16-17 Juni.

Di sisi lain, Powell memilih tetap bertahan sebagai gubernur hingga ia memastikan penyelidikan Pirro benar-benar selesai.

(lom/sur) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]