AS Sebut China Sepakat Tak Boleh Ada Pungutan Perlintasan Selat Hormuz
Amerika Serikat (AS) menyatakan China sepakat bahwa tak boleh ada negara yang mengenakan tarif perlintasan atau tol untuk melintasi Selat Hormuz.
Hal itu disampaikan Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS Tommy Pigott merujuk pada perbincangan terakhir Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio dan Menlu China Wang Yi.
"[Rubio dan Wang] Sepakat bahwa tidak ada negara atau organisasi manapun yang boleh menarik biaya tol untuk melintasi jalur air internasional, seperti Selat Hormuz," kata Pigott kepada kantor berita Jepang, Kyodo, Selasa (12/5), dikutip Rabu (13/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Piggot mengatakan perbincangan itu dilakukan kedua menlu tersebut via telepon pada 30 April lalu.
Dalam perbincangan tersebut, kata Piggot, dua belah pihak juga sepakat bahwa Washington dan Beijing perlu membangun, "Sebuah hubungan konstruktif yang stabil secara strategis, serta diiringi rasa saling menghormati dan timbal balik."
Rubio diketahui pekan ini mendampingi Trump ke Beijing yang akan bertamu ke Presiden China Xi Jinping pada Kamis (14/5) dan Jumat (15/5) ini. Bersama mereka turut pula Menteri Perang alias Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.
Iran saat ini masih membatasi jalur pelayaran utama minyak dan gas (migas) dari Timur Tengah sejak diserang AS-Israel pada 28 Februari lalu hingga kini.
Konflik AS yang berkolaborasi dengan Israel menggempur Iran itu diperkirakan menjadi salah satu isu utama dalam pertemuan Trump dan Xi di Beijing pekan ini.
Trump diduga akan meminta Xi 'mendesak' Iran agar mau mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat. China merupakan pembeli terbesar minyak mentah Iran dan menjadi jalur ekonomi penting bagi Teheran.
Namun, sebelum terbang ke China, Selasa lalu Trump menegaskan AS tak butuh bantuan Beijing untuk mengatasi persoalan Iran.
"Saya rasa kita tak butuh bantuan apa pun soal Iran. Kita akan memenangkan dengan cara apapun," kata Trump saat ditanya apakah China perlu turun tangan menghadapi Iran, demikian dikutip Anadolu Agency.
Dia lalu berujar, "Kita akan memenangkan [perang melawan Iran] dengan carai damai atau cara lain."
Trump juga sesumbar blokade AS di sekitar rute pelayaran Selat Hormuz tak jadi persoalan bagi China. Selama blokade, pasukan Negeri Paman Sam menargetkan kapal-kapal dari dan ke pelabuhan Iran.
Penargetan itu sengaja dilakukan untuk menekan ekonomi Iran sehingga mereka tak bisa mengimpor atau mengangkut minyak ke negara lain.
"Lihatlah blokade itu, tak ada masalah. Mereka [China] mendapat banyak minyak dari daerah itu. Kami tak punya masalah, dia [Xi] teman saya," ungkap Trump.
Meskipun demikian, sejumlah analis menilai AS menunjukkan tanda-tanda frustrasinya menghadapi Iran karena tak kunjung menemui titik temu untuk negosiasi. Trump bahkan sempat mendeklarasikan gencatan senjata Amerika Serikat dengan Iran dalam kondisi kritis dan berada di ambang kematian.
Persoalan negosiasi dan gencatan senjata itu juga akan menjadi topik penting selama pertemuan Trump dan Xi Jinping.
"Kita akan membicarakannya panjang lebar. Sejujurnya saya rasa dia cukup baik," ujar Trump.
(kid) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]