WHO Wanti-wanti Hantavirus Paling Mudah Menular usai Timbul Gejala
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan hantavirus menjadi penyakit paling mudah menular segera setelah gejala muncul.
Karena itu, menurut WHO, karantina sangat penting dan krusial dilakukan bagi orang-orang yang sempat berkontak erat dengan pasien-pasien positif hantavirus.
"Beberapa saat pertama sejak seseorang jatuh sakit adalah ketika tingkat penularannya paling tinggi," kata Olivier Le Polain, kepala divisi epidemiologi dan analitik respons WHO pada Senin (11/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wabah virus langka ini pertama kali menyebar di kapal pesiar berbendera Belanda MV Hondius. Virus itu telah menewaskan tiga orang penumpang kapal dan memicu kekhawatiran global terkait potensi penyebarannya ketika para penumpang yang dievakuasi kembali ke negara masing-masing.
WHO merekomendasikan agar hampir 150 orang yang berada di atas kapal MV Hondius menjalani karantina selama enam minggu.
Periode tersebut sesuai dengan masa inkubasi maksimum virus Andes yang menyebabkan hantavirus yakni sekitar 42 hari. Virus Andes menjadi satu-satunya strain hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia.
Polain mengatakan kapal MV Hondius merupakan "lingkungan yang mendukung penularan ... lingkungan di mana orang-orang hidup bersama dalam ruang yang cukup tertutup".
"Itulah sebabnya kemungkinan penyebarannya juga lebih besar dibanding situasi lainnya," ujarnya seperti dikutip AFP.
Namun, Polain mengatakan secara rata-rata, orang yang terinfeksi virus mulai mengalami gejala setelah sekitar tiga minggu.
Ia menekankan pentingnya untuk tidak menunggu gejala muncul sebelum mengisolasi orang-orang yang berpotensi melakukan kontak erat.
"Jika WHO merekomendasikan karantina, itu karena orang sebenarnya sudah menularkan virus sejak awal sakit," katanya, seraya menambahkan bahwa pada tahap itu "terkadang gejalanya juga cukup sulit dikenali".
Polain mengatakan masa inkubasi hantavirus yang panjang "berarti kita masih bisa melihat kemunculan kasus baru dalam beberapa hari ke depan, bahkan mungkin pekan depan".
"Itulah mengapa kita harus tetap waspada dan memastikan bahwa tanda-tanda serta gejala awal dikenali, diisolasi, dan ditangani," katanya.
Meski WHO memberikan rekomendasi, setiap negara tetap memiliki kewenangan untuk menerapkan protokol kesehatan yang mereka anggap paling tepat.
Sejak pelacakan kontak dan pemulangan penumpang serta kru MV Hondius dimulai, sebagian besar negara mengikuti pedoman WHO dan menerapkan karantina selama 42 hari.
Beberapa negara, termasuk Jerman, Inggris, Swiss, dan Yunani, memilih karantina selama 45 hari. Australia dan Prancis mengumumkan masa observasi minimum masing-masing tiga minggu dan dua minggu yang kemudian dapat diperpanjang.
Sebaliknya, Amerika Serikat menyatakan bahwa 17 penumpang warga AS yang kembali belum tentu akan dikarantina. Langkah ini pun memicu peringatan dari Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus yang menganggap hal itu "mungkin memiliki risiko".
(rds) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

