Trump Tolak Mentah-mentah Syarat Damai Iran: Tidak Dapat Diterima!

CNN Indonesia
Senin, 11 Mei 2026 05:50 WIB
Iran diduga meminta AS mengakhiri perang di semua lini termasuk Lebanon, hingga pemindahan uranium yang diperkaya ke negara ketiga.
Trump mengatakan syarat perdamaian yang diajukan Iran ke AS tidak dapat diterima. Foto: Kent NISHIMURA / AFP
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan syarat-syarat yang diajukan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, sama sekali tidak dapat diterima.

Iran sebelumnya disebut telah menanggapi proposal damai terbaru yang diajukan AS, di mana mereka memperingatkan tidak akan ragu untuk membalas serangan AS di Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump sendiri tidak membeberkan detail soal tanggapan Iran atas proposal damai AS. Namun dalam sebuah unggahan singkat di platform Truth Social, dia menegaskan menolak syarat tersebut.

"Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut 'Perwakilan' Iran. Saya tidak menyukainya - SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!" tulis Trump di Truth Social, seperti dikutip AFP.

Menurut stasiun televisi pemerintah IRIB, tanggapan Iran terhadap proposal damai AS, berfokus untuk mengakhiri perang di semua lini, terutama di Lebanon.

Sementara itu menurut laporan The Wall Street Journal, Iran kemungkinan mengusulkan agar sebagian uranium yang sangat diperkaya akan diencerkan, dan sisanya dipindahkan ke negara ketiga.

Dalam tanggapannya yang disampaikan lewat Pakistan selaku negara mediator, Iran juga meminta jaminan bahwa uranium yang ditransfer akan dikembalikan jika negosiasi gagal, atau jika AS menarik diri dari perjanjian tersebut.

Teheran secara terbuka mempertahankan sikap menantang AS, meski diplomasi di balik layar tetap berjalan.

"Kami tidak akan pernah tunduk kepada musuh, dan jika ada pembicaraan tentang dialog atau negosiasi, itu tidak berarti menyerah atau mundur," kata Presiden Iran Masoud Pezeshkian di X.

Perdebatan ini juga terjadi saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersikeras bahwa konflik belum berakhir, sampai uranium yang diperkaya Iran disingkirkan dan fasilitas nuklirnya dibongkar.

"Ini belum berakhir, karena masih ada material nuklir yang harus dikeluarkan dari Iran. Masih ada lokasi pengayaan yang harus dibongkar," kata Netanyahu dalam sebuah wawancara.

Netanyahu juga mengeklaim Trump sependapat mengenai perlunya mengambil uranium tersebut.

(dna) Add as a preferred
source on Google