Israel Deportasi 2 Aktivis Global Sumud Flotilla

CNN Indonesia
Minggu, 10 Mei 2026 22:45 WIB
Dua aktivis Global Sumud Flotilla yang diculik Israel akhirnya dideportasi.
Dua aktivis Global Sumud Flotilla yang diculik Israel akhirnya dideportasi. (AFP/COSTAS METAXAKIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Israel telah mendeportasi dua aktivis asing yang mereka culik dari armada Global Sumud Flotilla di perairan internasional saat berlayar menuju Gaza.

Saif Abu Keshek, warga negara Spanyol keturunan Palestina, dan Thiago Avila dari Brasil termasuk di antara puluhan aktivis yang berlayar dengan armada tersebut ketika dicegat oleh angkatan laut Israel di lepas pantai pulau Kreta, Yunani, pada 30 April.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keduanya ditangkap pasukan Israel dan dibawa ke Israel untuk diinterogasi, sementara yang lain dibawa ke Kreta dan dibebaskan.

"Saif Abu Keshek dan Thiago Avila, dari armada provokasi, dideportasi hari ini dari Israel" pada Minggu (10/5), setelah penyelidikan, tulis Kementerian Luar Negeri Israel di X.

Dalam sebuah video yang dibagikan di media sosial, Abu Keshek mengatakan dia telah tiba di Athena, Yunani, dan berterima kasih kepada tim hukumnya.

"Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang telah bergerak, tim hukum kami Adalah, keluarga saya, istri dan anak-anak saya, rekan-rekan saya dalam gerakan ini," katanya dalam video yang dibagikan oleh Global Sumud Flotilla di X.

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan Abu Keshek diduga berafiliasi dengan organisasi "teroris" dan Avila diduga melakukan aktivitas ilegal.

Keduanya membantah tuduhan tersebut, mengatakan bahwa mereka sedang dalam misi kemanusiaan untuk penduduk sipil Gaza dan penangkapan mereka di perairan internasional adalah melanggar hukum.

Spanyol, Brasil, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa semuanya menyerukan pembebasan kedua pria tersebut dengan cepat.

Permohonan banding ditolak

Pada Rabu, pengadilan Israel menolak permohonan banding yang menentang penahanan kedua pria tersebut, dan kelompok hak asasi manusia yang mewakili mereka menyebut putusan tersebut "melanggar hukum".

Global Sumud Flotilla telah berlayar dari Prancis, Spanyol, dan Italia dengan tujuan menembus blokade Israel terhadap Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah Palestina yang dilanda perang.

Pelayaran pertama armada tersebut tahun lalu juga dicegat oleh pasukan Israel di lepas pantai Mesir dan Gaza.

Israel mengendalikan semua titik masuk ke Gaza, yang telah berada di bawah blokade Israel sejak 2007.

Sepanjang perang genosida Israel terhadap Palestina di Gaza, yang dimulai pada Oktober 2023, telah terjadi kekurangan pasokan penting di wilayah tersebut.

Perang tersebut telah menyebabkan sebagian besar penduduk wilayah tersebut kehilangan tempat tinggal dan bergantung pada bantuan, yang menurut lembaga kemanusiaan datang terlalu lambat karena Israel terkadang menghentikan bantuan sepenuhnya.

(fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]