KILAS INTERNASIONAL

Kapal Fregat AS Kena Rudal sampai Alasan Trump Ngambek & Tarik Pasukan

CNN Indonesia
Selasa, 05 Mei 2026 05:46 WIB
Perang Iran vs Amerika Serikat yang tak kunjung rampung masih menjadi perhatian berita global pada Senin (4/5).
Perang Iran vs Amerika Serikat yang tak kunjung rampung masih menjadi perhatian berita global pada Senin (4/5). (Foto: Jim WATSON / AFP
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Perang Iran vs Amerika Serikat yang tak kunjung rampung masih menjadi perhatian berita global pada Senin (4/5).

Berikut kilas berita internasional yang masih didominasi dinamika tarik ulur antara Iran dan Amerika Serikat terutama soal upaya perundingan mengakhiri perang:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Media Iran Sebut Kapal Fregat AS Kena Rudal di Selat Hormuz

Kapal fregat Angkatan Laut Amerika Serikat disebut jadi sasaran serangan rudal di Selat Hormuz pada Senin (4/5).

Menurut laporan kantor berita Fars, pasukan Iran menyerang kapal fregat itu dengan rudal, gara-gara mengabaikan peringatan Iran.

"Kapal fregat, yang berlayar melanggar aturan navigasi dan keselamatan maritim di dekat (pelabuhan) Jask, menjadi sasaran serangan rudal setelah mengabaikan peringatan dari angkatan laut Iran," demikian laporan Fars tanpa mencantumkan sumber.

Ini Dua Supertanker Iran Bawa Jutaan Barel Minyak Masuk Perairan RI

Dua kapal tanker minyak mentah super besar (VLCC) milik Iran berhasil lolos blokade Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dan memasuki perairan Republik Indonesia (RI).

Kedua kapal terpantau berlayar menuju Kepulauan Riau

Perusahaan pemantau pengiriman minyak TankerTrackers.com melaporkan dua VLCC Iran sukses menghindari pengawasan pasukan AS di Timur Tengah dan membawa jutaan barel minyak mentah. Kapal-kapal tersebut yakni HUGE (IMO: 9357183) dan DERYA (9569700).

[Gambas:Video CNN]

Alasan Trump 'Ngambek' hingga Tarik 5.000 Tentara AS dari Jerman

Presiden Amerika Serikat (AS)Donald Trump memutuskan menarik 5.000 prajurit AS dari Jerman.

Sejumlah pejabat senior pertahanan mengatakan keputusan tersebut merupakan sinyal atas ketidakpuasan Trump terhadap sekutu-sekutu AS di Eropa.

Trump kecewa dengan negara-negara anggota NATO, terutama Jerman, karena menolak membantu AS berperang melawan Iran. Kekecewaan itu kian besar setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz berkomentar bahwa AS tak punya strategi melawan Iran dan sedang dipermalukan oleh para negosiator Iran.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]