Peringatan Keras Iran Bakal Serang Pasukan AS jika Berani Masuk Hormuz

CNN Indonesia
Senin, 04 Mei 2026 19:26 WIB
Iran keluarkan peringatan keras bakal serang militer AS jika berani masuk Selat Hormuz.
Iran wanti-wanti bakal serang militer AS yang nekat masuk ke perairan Selat Hormuz. Foto: AFP/MERISSA DALEY
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran memperingatkan bakal menyerang pasukan Amerika Serikat jika mereka berani masuk ke Selat Hormuz.

Pernyataan Iran muncul usai Presiden AS Donald Trump mengatakan telah meluncurkan operasi maritim baru yang disebut "Proyek Kebebasan", untuk menyelamatkan awak kapal yang terjebak dalam blokade dan mungkin kekurangan makanan serta persediaan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan AS akan membantu kapal-kapal dari negara-negara yang tidak terlibat dalam konflik tersebut.

"Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terlarang ini," tulis Trump di Truth Social, seperti dikutip AFP.

"Setelah keluar, mereka tidak akan kembali sampai area tersebut aman untuk navigasi," imbuh Trump.

Menurut media AS, Angkatan Laut tidak akan memasuki selat tersebut, namun akan memberikan panduan untuk melintasi jalur laut yang sempit itu. Situs berita Axios mengatakan kapal-kapal AS akan berada "di sekitar" untuk mencegah serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengeklaim akan menggunakan kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, dan 15 ribu anggota dalam upaya tersebut.

Sebagai tanggapan, komando pusat militer Iran mengatakan setiap jalur aman di Selat Hormuz harus dikoordinasikan dengan pasukannya "dalam semua keadaan".

"Kami memperingatkan bahwa setiap kekuatan bersenjata asing, terutama militer AS yang agresif, jika mereka bermaksud mendekati atau memasuki Selat Hormuz, akan menjadi sasaran dan diserang," kata Mayor Jenderal Iran, Ali Abdollahi.

Tak lama setelah peringatan yang dilontarkan Abdollahi, kantor berita Fars melaporkan sebuah kapal fregat AS di selat tersebut menjadi sasaran serangan rudal gara-gara mengabaikan peringatan dari angkatan laut Iran.

Namun CENTCOM membantah dan mengatakan tidak ada kapal Angkatan Laut AS yang kena serangan.

(dna) Add as a preferred
source on Google