Iran Beri Deadline 30 Hari Buat AS Setop Perang-Cabut Blokade Hormuz

CNN Indonesia
Senin, 04 Mei 2026 15:25 WIB
Iran beri AS tenggat waktu 30 hari untuk setop perang dan cabut blokade di Selat Hormuz.
Iran beri AS tenggat waktu 30 hari untuk setop perang dan cabut blokade di Selat Hormuz. Foto: REUTERS/Dado Ruvic
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran menetapkan tenggat waktu (deadline) satu bulan bagi Amerika Serikat (AS) untuk menyepakati negosiasi damai, termasuk membuka blokade Washington di Selat Hormuz.

Dua sumber yang mengetahui proposal itu mengatakan kepada Axios bahwa Iran meminta AS membuat kesepakatan dalam 30 hari untuk mengakhiri perang di Iran dan Lebanon, serta menyudahi blokade di pelabuhan Iran.

Proposal damai Iran ini berisi 14 poin yang di antaranya menyerukan jaminan agar tak ada lagi serangan atau agresi di masa mendatang. Dalam proposal tersebut, Iran juga meminta agar aset-aset mereka yang dibekukan AS dibebaskan dan segala sanksi dicabut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usulan ini disebut diserahkan Iran pada Kamis (30/5) melalui Pakistan selaku negara mediator. Menurut para sumber, proposal Iran ini memiliki sejumlah fase, di mana fase kedua hanya bisa dijalani jika fase awal tercapai.

Fase kedua disebut berfokus pada program nuklir Iran, yang dianggap AS sebagai "garis merah". Iran telah menegaskan program nuklir mereka untuk keperluan sipil dan bersikeras mempertahankan pengayaan uraniumnya.

"Sekarang bolanya ada di tangan Amerika Serikat untuk memilih jalur diplomasi atau melanjutkan pendekatan konfrontatif," kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi, seperti dilaporkan stasiun televisi pemerintah IRIB.

Pada Sabtu (2/5), Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah diberi pengarahan mengenai "konsep kesepakatan tersebut".

Trump mengaku sedang meninjau proposal Iran sembari memperingatkan bahwa Washington dapat melanjutkan serangan apabila Teheran "berperilaku buruk".

"Jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, ada kemungkinan hal itu bisa terjadi," kata Trump saat ditanya tentang potensi serangan ke Iran.

Tak lama setelah bicara kepada wartawan, Trump mengatakan kepada jurnalis media Israel KAN bahwa proposal Iran tidak bisa ia terima.

"Saya sudah mempelajarinya, saya sudah mempelajari semuanya, usulan itu tidak bisa diterima," kata Trump.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan blokade AS terhadap pelabuhan Iran merupakan tindakan "sangat ramah" dan tak bisa dipersoalkan.

Ia juga menyemprot Iran yang menurutnya "belum membayar harga cukup mahal atas apa yang mereka lakukan terhadap umat manusia dan dunia selama 47 tahun terakhir."

(blq/dna) Add as a preferred
source on Google