Iran Usul 14 Poin Syarat Setop Perang dengan AS, Apa Isinya?
Iran dikabarkan menyodorkan proposal berisi 14 poin untuk mengubah gencatan senjata menjadi perdamaian permanen kepada Amerika Serikat.
Al Jazeera melaporkan proposal tersebut diserahkan pada Kamis (30/4) melalui Pakistan selaku mediator, sebagai respons terhadap rencana sembilan poin yang diusulkan AS sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proposal baru ini mencakup tahapan untuk mengakhiri perang sepenuhnya. Berdasarkan laporan media Iran Tasnim, Iran ingin fokus menyetop perang ketimbang terus-menerus memperpanjang gencatan senjata.
Dalam draf ini, Iran memberi tenggat waktu kepada AS untuk menyelesaikan semua permasalahan mereka dalam waktu 30 hari. Iran juga menyerukan jaminan agar tak ada lagi serangan atau agresi di masa mendatang.
Teheran turut meminta pasukan AS ditarik dari wilayah sekitar Iran. Aset-aset miliaran dolar Iran yang selama ini dibekukan juga diminta dibebaskan dan segala sanksi terhadap Iran dicabut.
Lebih lanjut, Iran meminta AS memberikan ganti rugi perang dan menyetop semua konflik, termasuk di Lebanon. Pada proposal ini, Teheran turut menawarkan "mekanisme baru untuk Selat Hormuz".
Iran juga menginginkan haknya untuk pengayaan uranium dijamin sebagai negara penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).
"Sekarang bolanya ada di tangan Amerika Serikat untuk memilih jalur diplomasi atau melanjutkan pendekatan konfrontatif," kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi, seperti dilaporkan stasiun televisi pemerintah IRIB.
Pada Sabtu (2/5), Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan sebelum naik pesawat kepresidenan Air Force One bahwa ia telah diberi pengarahan mengenai "konsep kesepakatan tersebut".
Trump mengaku sedang meninjau proposal Iran sembari memperingatkan bahwa Washington dapat melanjutkan serangan apabila Teheran "berperilaku buruk".
"Jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, ada kemungkinan hal itu bisa terjadi," kata Trump saat ditanya tentang potensi serangan ke Iran.
Sejak gencatan senjata pada 8 April lalu, AS dan Iran belum kunjung mencapai kesepakatan damai. Negosiasi berulang kali mandek karena kedua pihak bersikeras memajukan kepentingan masing-masing.
Iran ingin perang berhenti sepenuhnya sambil tetap mempertahankan program nuklir mereka. Namun Trump mendesak Iran menyetop blokade Selat Hormuz lebih dulu. Trump juga menegaskan program nuklir Iran merupakan "garis merah".
Iran menutup Selat Hormuz setelah diserang AS-Israel pada 28 Februari lalu. Blokade itu sempat dihentikan saat gencatan senjata namun kembali diberlakukan hingga AS balas memblokir jalur dari dan ke pelabuhan-pelabuhan Teheran.
Aksi saling blokade ini telah meningkatkan ketegangan di Timur Tengah sekaligus mengguncang stabilitas energi dunia. Sejumlah negara telah mengalami krisis energi buntut konflik di jalur vital ini.
(blq/rds) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
