Perompak Bajak Kapal Tanker di Laut Somalia, 4 ABK WNI Jadi Sandera

CNN Indonesia
Senin, 27 Apr 2026 10:06 WIB
Empat ABK WNI jadi korban penyanderaan usai perompal membajak kapal tanker minyak Honour 25 di Somalia.
Ilustrasi. Kapal tanker dibajak perompak Somalia, ada 4 ABK WNI ikut jadi korban sandera. Foto: via REUTERS/SPOKESPERSONNAVY VIA X
Jakarta, CNN Indonesia --

Perompak membajak kapal tanker minyak Honour 25 di lepas pantai Somalia. Kapal membawa 17 awak termasuk warga negara Indonesia (WNI).

Para awak itu yakni 10 warga Pakistan, empat warga negara Indonesia, satu warga India, satu warga Sri Lanka, dan satu warga Myanmar.

Para pejabat Somalia mengatakan insiden tersebut berlangsung pada 22 April malam. Ketika itu, enam orang bersenjata menyerbu kapal yang mengangkut 18.500 barel minyak, demikian dikutip BBC, Sabtu (25/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka juga meyakini para pembajak berangkat dari daerah terpencil dekat Bander Beyla.

Unit Operasi Perdagangan Maritim Inggris Raya dari militer Inggris juga mengeluarkan pernyataan yang melaporkan insiden pembajakan di lepas pantai Somalia.

Mereka menyebut orang-orang tak berwenang mengambil alih kendali kapal tanker dan mengarahkan "ke selatan di dalam perairan teritorial Somalia," demikian dikutip AP News.

Situs web ShitAtlas melaporkan kapal berangkat dari pelabuhan Berbera pada 20 Februari dan tiba di dekat pantai Uni Emirat Arab tak lama setelah perang Amerika Serikat dan Israel vs Iran pecah.

Peta pelayaran kemudian menunjukkan kapal berputar-putar di perairan dekat pintu masuk Selat Hormuz sebelum berbalik arah pada 2 April dan menuju ke Mogadishu. Hingga kini pemerintah Somalia belum memberi pernyataan resmi soal pembajakan itu.

Dalam beberapa tahun terakhir, insiden semacam ini nyaris nihil di perairan Samudra Hindia yang terkenal dengan aksi pembajakan kapal. Namun, belakangan tindakan itu meningkat dan menargetkan kapal penangkap ikan atau kapal kontainer.

Situasi kian mengkhawatirkan mengingat ketegangan yang berlangsung di Selat Hormuz imbas serangan brutal AS-Israel ke Iran. Iran menutup Selat Hormuz sebagai upaya menekan AS-Israel dan menargetkan kapal-kapal yang berafiliasi dengan dua negara itu.

(isa/dna) Add as a preferred
source on Google