Brutal Ayah Tembak Mati 8 Bocah, 7 Anak Kandung Sendiri

CNN Indonesia
Senin, 20 Apr 2026 11:01 WIB
Seorang ayah tega menembak mati tujuh anak kandungnya sendiri dan satu keponakannya gerara masalah rumah tangga pada Minggu (19/4) waktu setempat.
Seorang ayah tega menembak mati tujuh anak kandungnya sendiri dan satu keponakannya gerara masalah rumah tangga pada Minggu (19/4) waktu setempat. (Foto: via REUTERS/ABC Affiliate KTBS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat dikejutkan lagi dengan insiden penembakan massal yang kini menimpa sebuah keluarga di Shreveport, Louisiana, Minggu (19/4) waktu setempat.

Seorang pria menembak mati delapan anak-anak, tujuh di antaranya adalah anak kandungnya sendiri. Menurut kepolisian, penembakan ini terjadi di tiga rumah berbeda di Shreveport pada Minggu pagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insiden ini menjadi penembakan massal paling mematikan di Amerika Serikat sejak Januari 2024.

Dikutip CNN, Caddo Parish Coroner's Office melaporkan anak-anak yang tewas terdiri dari tiga anak laki-laki dan lima anak perempuan berusia antara 3 hingga 11 tahun. Mereka terdiri dari tujuh saudara kandung dan satu sepupu. 

Polisi mengidentifikasi para korban sebagai Jayla Elkins (3), Shayla Elkins (5), Kayla Pugh (6), Layla Pugh (7), Markaydon Pugh (10), Sariahh Snow (11), Khedarrion Snow (6), dan Braylon Snow (5).

Polisi merespons laporan suara tembakan di kawasan Cedar Grove tak lama setelah pukul 06.00 pagi waktu setempat dan menemukan korban di dua rumah di sepanjang West 79th Street serta rumah ketiga di Harrison Street.

"Ini adalah lokasi kejadian yang sangat luas dengan banyak anak meninggal di tempat," ucap Kopral Polisi Shreveport Chris Bordelon.

[Gambas:Video CNN]

Kamera keamanan milik tetangga merekam video yang menunjukkan pelaku melarikan diri menuju sebuah bengkel ban.

"Kurang lebih itu saja yang saya lihat, dia berlari keluar rumah," kata Liza Demming, yang tinggal dua rumah dari salah satu lokasi penembakan.

Demming mengatakan ia tidak mengetahui nama pelaku, tetapi melihatnya bersama anak-anak tersebut beberapa hari sebelumnya.

Ia kemudian keluar rumah dan melihat jasad seorang anak yang ditutupi kain di atas atap rumah.

Polisi mengidentifikasi pelaku sebagai mantan tentara bernama Shamar Elkins dan berusia 31 tahun. Kepada afiliasi CNN, KSLA, polisi menuturkan penembakan tersebut "bermotif masalah rumah tangga".

Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun terluka setelah berusaha melarikan diri dari rumah dan melompat dari atap, kata Bordelon. Ia mengalami beberapa patah tulang namun diperkirakan akan pulih.

Beberapa anak mencoba melarikan diri melalui pintu belakang saat penembakan terjadi, kata anggota DPR negara bagian Tammy Phelps dalam konferensi pers bersama pejabat kota lainnya pada Minggu sore.

Dua perempuan dewasa juga tertembak dalam serangan tersebut, kata Bordelon. Istri Elkins, yang merupakan ibu dari anak-anaknya, ditembak pertama kali dan mengalami luka sangat serius. Setelah itu, Elkins pergi ke rumah lain dan menembak delapan anak serta seorang perempuan lainnya. Perempuan kedua itu, yang merupakan ibu dari anak kedelapan yang tewas, mengalami luka yang mengancam jiwa.

Menurut laporan polisi, Elkins pernah ditangkap pada 2019 dalam kasus senjata api setelah seorang pria di dalam mobil menodongkannya senjata. Elkins kemudian membalas dengan menembakkan lima peluru ke arah kendaraan tersebut saat berada di dekat sekolah.

Elkins juga pernah bertugas selama tujuh tahun di Louisiana Army National Guard hingga Agustus 2020, menurut Angkatan Darat AS. Namun, ia tidak pernah dikerahkan ke medan tugas.

Pelaku akhirnya ditembak mati oleh polisi setelah membajak sebuah kendaraan dan terlibat kejar-kejaran dengan polisi.

"Ini mengguncang seluruh kota. Ini berdampak bagi kita semua," kata Wali Kota Shreveport Tom Arceneaux. 

Sejauh tahun ini, telah terjadi sedikitnya 114 penembakan massal di Amerika Serikat, menurut Gun Violence Archive.

Shreveport berjarak sekitar 250 mil di barat laut Baton Rouge dan memiliki sekitar 180.000 penduduk. Lebih dari 30 persen kasus pembunuhan di kota itu bermotif domestik, kata anggota dewan kota Grayson Boucher.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]