Bandara Malaysia Eror Lagi, Bagasi Penumpang Terlambat hingga 4 Jam

CNN Indonesia
Minggu, 19 Apr 2026 21:31 WIB
Menhub Malaysia memperingatkan setiap kelalaian di gerbang bandata tidak akan ditoleransi, kemudian telah memerintahkan penyelidikan atas masalah tersebut.
Menhub Malaysia memperingatkan agar tidak terjadi kelalaian yang menyebabkan keterlambatan bagasi sekitar 2-4 jam bagi sejumlah besar penumpang yang tiba. Ilustrasi (istockphoto/teamtime).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sistem penanganan bagasi di Terminal 1 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIAMalaysia mengalami gangguan selama beberapa jam, pada Sabtu (18/4). Hal tersebut menyebabkan keterlambatan penyerahan bagasi kepada penumpang hingga 4 jam. 

Menteri Perhubungan Anthony Loke telah memperingatkan bahwa setiap kelalaian di gerbang utama negara itu tidak akan ditoleransi.

Pemerintah Malaysia telah memerintahkan penyelidikan atas masalah tersebut, mengingat gangguan serupa sempat terjadi bulan lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebuah gerbang nasional tidak dapat mentolerir kelalaian berulang seperti ini. Malaysia Airports Holdings Bhd (MAHB) sebagai operator KLIA, akan dimintai pertanggungjawaban atas kerusakan ini," kata Loke seperti dikutip oleh Free Malaysia Today, Minggu (19/4) dilansir dari Channel News Asia.

Media berita lokal, Malay Mail melaporkan bahwa Loke mengatakan gangguan pada Sabtu (18/4) menyebabkan keterlambatan bagasi sekitar 2-4 jam bagi sejumlah besar penumpang yang tiba.

Loke tidak menjelaskan kapan gangguan pertama kali terjadi, tetapi mencatat ia bahwa sistem dipulihkan pada malam harinya.

"Penumpang yang bepergian melalui bandara kita berhak mendapatkan standar pelayanan terbaik yang jelas tanpa mengalami insiden ini," katanya, sambil menekankan bahwa penyelesaian kesalahan teknis tidak menyelesaikan masalah.

Loke mengatakan bahwa ia telah menginstruksikan sekretaris jenderal kementerian transportasi untuk mengadakan pertemuan darurat dengan lembaga terkait pada Senin (20/4) untuk melakukan tinjauan penuh terhadap prosedur operasi standar yang ada.

Hal itu juga termasuk waktu respons, komunikasi penumpang, perencanaan kontingensi dan lainnya, menurut Malay Mail.

Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia juga telah diarahkan untuk menyelidiki insiden tersebut, serta menentukan sanksi apa yang perlu dijatuhkan kepada MAHB.

Loke memperingatkan bahwa kejadian tersebut menunjukkan masalah yang lebih dalam yang harus ditangani di dalam organisasi.

"Kita tidak dapat mewujudkan aspirasi kita untuk menjadi salah satu bandara terbaik di dunia tanpa lebih dulu menanamkan budaya akuntabilitas dan tanggung jawab yang tulus," katanya.

Di sisi lain, penumpang melampiaskan kekesalan mereka akibat keterlambatan tersebut di media sosial. Melansir Channel News Asia, pengguna Facebook Kenc Low memposting di akun Malaysia Airlines tentang gangguan bagasi sekitar pukul 18.30 pada Sabtu (18/4), ia mengklaim bahwa aula kedatangan di Terminal 1 KLIA "sangat ramai dan (dengan) waktu tunggu lebih dari satu jam".

"Saya makan malam di lounge kedatangan, dan ketika (saya) keluar, bagasi saya masih belum terlihat," tulis Low.

Bulan lalu, sistem penanganan bagasi di KLIA sempat mengalami gangguan lebih dari satu jam setelah pemadaman listrik singkat pada 6 Maret, menurut The Star.

[Gambas:Video CNN]

(ins) Add as a preferred
source on Google