Pakistan Kembali Bersiap Jadi Tuan Rumah Negosiasi AS-Iran Putaran Dua

CNN Indonesia
Kamis, 16 Apr 2026 11:55 WIB
Pakistan kembali bersiap jadi tuan rumah negosiasi damai AS dan Iran putaran kedua, namun tenggat waktu belum ditetapkan.
Pakistan disebut akan menjadi tuan rumah perundingan damai AS-Iran putaran kedua. Foto: REUTERS/Asim Hafeez
Jakarta, CNN Indonesia --

Pakistan mulai mempersiapkan kemungkinan putaran kedua pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang akan digelar di Islamabad pekan ini.

"Persiapan sudah dimulai kemarin (Selasa), khususnya untuk memastikan pengaturan keamanan yang sempurna," kata sumber pemerintah Pakistan, dikutip Anadolu Agency.

Sejumlah sumber di Islamabad menyebut pertemuan lanjutan diperkirakan berlangsung pada akhir pekan ini atau awal pekan depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hotel yang sebelumnya menjadi lokasi Perundingan Islamabad ronde pertama juga disebut akan kembali digunakan untuk menginap para delegasi asing.

Sumber itu menambahkan Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf kemungkinan kembali memimpin delegasi masing-masing. Selain itu, pembicaraan tingkat rendah antara pejabat kedua negara juga berpeluang digelar sebelum pertemuan tingkat tinggi.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar saat ini sedang berada di luar negeri karena kunjungan regional mereka hingga Sabtu (18/4).

"Oleh karena itu, kemungkinan pertemuan tingkat tinggi minggu ini kecil," kata sebuah sumber, merujuk pada kunjungan Sharif ke Arab Saudi, Qatar, dan Turki untuk membahas perkembangan terkini di Timur Tengah.

Sebelumnya pada Selasa, Presiden AS Donald Trump menyampaikan optimisme bahwa dialog langsung dengan Iran dapat segera dimulai kembali, bahkan dalam waktu dekat.

"Sesuatu mungkin akan terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih cenderung untuk menuju ke sana," kata Trump, merujuk pada kemungkinan pembicaraan dengan Iran dan Pakistan sebagai salah satu pilihan.

Namun, tenggat waktu tersebut kemungkinan besar tidak akan terpenuhi.

Di sisi lain, Presiden Iran Pezeshkian menegaskan negaranya tidak menginginkan perang dan tetap mengedepankan jalur diplomasi.

"Iran tidak menginginkan perang atau ketidakstabilan dan selalu mendorong dialog serta kerja sama konstruktif dengan negara lain," kata Pezeshkian di Telegram, dikutip Tass.

"Namun, setiap upaya untuk memaksakan kehendak Iran dan membuatnya menyerah pasti akan gagal. Rakyat Iran tidak akan pernah menerima pendekatan seperti itu," tambahnya.

Pada putaran sebelumnya, Pakistan menjadi tuan rumah pembicaraan tingkat tinggi yang dipimpin oleh JD Vance dan Ghalibaf. Namun, pembicaraan Islamabad itu berakhir tanpa kesepakatan.

Pakistan berperan sebagai mediator setelah sebelumnya berhasil membantu tercapainya gencatan senjata dua pekan antara AS-Israel dan Iran pada 8 April, yang hingga kini masih berlaku.

Konflik antara AS-Israel dan Iran yang berlangsung sejak 28 Februari telah menewaskan sekitar 3.300 orang di Iran serta memicu ratusan ribu pengungsi. Konflik ini juga berdampak pada pasokan energi dan stabilitas di kawasan Timur Tengah.

(rnp/dna) Add as a preferred
source on Google